http://terbagus.info/wp-content/uploads/2016/01/banner728.jpg
http://niadesain.biz/banner/User.gif

Pengusaha Butuh Ketegasan Dalam Rencana Kebutuhan Sapi

Sabtu, Februari 13th 2016. | Pertanian, Uncategorized
Wakil Kordinator AFPINDO

Wakil Kordinator AFPINDO

Terbagus.info, LAMPUNG TENGAH– Menghadapi kondisi sulit dalam memenuhi kebutuhan sapi potong, pemerintah dibutuhkan ketegasannya untuk merencanakan jumlah kebutuhan sapi secara nasional. Pemerintah, hendaknya merencanakan berapa kepastian produksi sapi dalam satu tahun, sehingga pelaku usaha penggemukan sapi potong (feedloter) juga bisa melakukan perencanaan sesuai dengan kebutuhan yang sudah di tentukan oleh pemerintah.

Hal itu, diungkpakan Wakil Kordinator Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (AFPINDO)Didik Purwadi, disela-sela pelaksanaan lomba Asah Terampil Kelompok Tani Ternak se-Provinsi Lampung, di Astomulyo, Punggur Lampung Tengah, Sabtu (13/2). Menurutnya, masalah yang dihadapi feedloter saat ini adalah sulitnya mendapatkan bakalan sapi lokal, namun demikian bukan berarti pihaknya menyetujui impor bakalan sapi. ”Kami juga tidak setuju dengan impor bakalan sapi, tapi kami sangat memahami batapa tidak seimbangnya antara Permintaan dan Penawaran (supply and demand). Untuk mengatasi kesulitan ini harus ada quota yang pasti untuk feedloter,”kata nya.

Didik setuju tidak ketergantungan terhadap bakalan sapi impor, tetapi lanjutnya, harus ada persiapan yang terstruktur dan terkordinasi dalam penerapan memenuhi kebutuhan bakalan sapi. Setidanya pemerintah mempunyai bleu print atau kerangka kerja terperinci sebagai landasan dalam pembuatan kebijakan, sehingga feedloter juga akan membuat bleu print yang mengacu kepada kebijakan pemerintah dan data lapangan.

Sebab kata Didik, populasi sapi tidak bisa dilihat dari besaran jumlahnya saja, tetapi harus dilihat strukturnya, dilihat berapa jumlah sapi jantan, sapi bakalan atau pedet, serta jumlah betina yang produkstif dan tidak produktif lagi. ”Jumlah ekor yang ada di petani tentunya tidak akan sama dengan jumlah ekor yang ada di rumah potong. Ini tentunya sebagai titik awal untuk memastikan jumlah populasi riil,”katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan sapi, tidak bisa ditangani oleh badan usaha milik negara (BUMN), tetapi akan lebih baik mengoptimalkan semua stakeholder yang bergerak di peternakan sapi yang diikat dengan kebijakan yang konprehensif. Dalam hal ini tentunya dibutuhkan feedloter melakukan kemitraan dengan petani. Selain itu, pemerintah pusat harus memberikan tanggungjawab yang jelas kepada daerah untuk melakukan pembinaan.

”Menghadapi kesulitan mendapatkan bakalan, pengusaha saat ini hanya bisa bertahan. Pertanyaannya, sampai kapan kita harus bertahan tanpa melakukan terobosan yang tidak teralulu merugikan,”katanya.

Tak kalah pentingnya, kata dia, pemerintah pusat dan daerah benar-benar melakukan pengawasan yang ketat, terhadap pemotongan sapi betina produktif yang masuk ke rumah potong. Ini tentunya harus ada instrument agar sapi betina produktif tidak masuk rumah potong. Sehingga jumlah populasi sapi betina produktif tidak tergerus keberadaannya. ”Memang terhadap sapi milik petani kita tidak bisa mencegahnya agar tidak dijual, tetapi setidaknya ada instrumentnya agar petani tidak menjual betina produktif,”katanya. (Ti/pri)

Share Button

Related For Pengusaha Butuh Ketegasan Dalam Rencana Kebutuhan Sapi