http://terbagus.info/wp-content/uploads/2016/01/banner728.jpg
http://niadesain.biz/banner/User.gif

Tapis Lampung Mendunia Lewat Olimpiade Meski Banjir Kritikan Di Negeri Sendiri

Minggu, Agustus 7th 2016. | Hiburan, Nasional, Olahraga, Realita News
Kontingen Indonesia Saat Defile Peserta Olimpiade Rio 2016

Kontingen Indonesia Saat Defile Peserta Olimpiade Rio 2016

Kontingen Indonesia banjir pujian saat pembukaan Olimpiade Rio 2016 di Stadion Maracana, Rio, Sabtu (6/8). Seragam unik yang dikenakan perwakilan Merah Putih dalam defile pembukaan, membuat banyak pihak memberikan apresiasi.

Masyarakat Lampung pantas berbangga hati. Tapis dan siger yang dikenakan atlet renang Yessy Yosaputra dan Sudirma Hadi (atletik), mengantarkan Indonesia meraih emas untuk kategori seragam terbaik di Olimpiade Rio 2016.

Pakaian adat Lampung yang dikenakan Yessy Yosaputra mencuri perhatian kontingen-kontingen lain. Atlet renang 21 tahun itu pun sering kali jadi rebutan atlet dari berbagai negara lain untuk diajak wefie. Penampilan kontingen tanah air ini menurut media Inggris BBC, “Indonesia berhasil mencuri perhatian”.

Kemenangan Indonesia dari negara-negara lain ini sebenarnya sudah bisa ditebak. Di media sosial Twitter, rombongan defile Indonesia yang terdiri dari tujuh atlet dan beberapa orang berkostum daerah itu menerima komentar positif. Kritik dilayangkan untuk kostum tradisional yang dikenakan kontingen Indonesia. Namun, ada pula yang memuji.

Sebut saja, Ash Almond di akun @ashalmond. Dia menuliskan pertanyaan menarik, “Which country is to win the #OpeningCeremony best costumes gold medal? #Rio2016 Answer: Indonesia.”

Akun lainnya, Maddie Kingma di akun Twitter @maddiekingma yang mengatakan bahwa Indonesia pantas memenangi penghargaan kostum karena dinilainya sangat cantik.

“Fantastis, Indonesia memikul penutup kepala pagoda, mereka laik menjadi yang terbaik untuk itu. Emas #OpeningCeremony.” tulis Jill Sillar, pemilik akun @Stringy32. Yang dia maksud pagoda, adalah siger Lampung.

Ada pula Claudio Swain di akun @thegameofswain yang mengatakan bahwa desainer Indonesia sudah sukses karena kontingen Indonesia terlihat luar biasa saat upacara pembukaan.

Selebriti asal Australia, Daniella Mansutti pun menuliskan cuitan dukungan di akun Twitter-nya @danimanustti. “Indonesia terlihat sangat cantik #OpeningCeremony”.

Selain mereka, masih banyak lagi puja dan puji untuk desain kostum kontingen Indonesia. Tetunya, pujian mereka tulus berdasarkan selera subjektif.

Tapis 3Pakaian adat Lampung yang dikenakan Yessy Yosaputra mencuri perhatian kontingen-kontingen lain. Atlet renang 21 tahun itu pun sering kali jadi rebutan atlet dari berbagai negara lain untuk diajak wefie. Penampilan kontingen tanah air ini menurut media Inggris BBC, “Indonesia berhasil mencuri perhatian”.

Kontingen Indonesia sendiri tampil di depan publik pada urutan ke-97 dari 207 kontingen defile. Dipimpin langsung oleh Chef de Mission Raja Sapta Oktohari, kontingen Indonesia diwakili tujuh atlet. Selain Yessy, mereka adalah Maria Natalia Londa, Sudirman Hadi (atletik), Glenn Victor, serta Deni, I Ketut Ariana, dan Triyatno (angkat besi).

Seragam yang digunakan kontingen Indonesia pada upacara pembukaan Olimpiade 2016 Rio de Janeiro menjadi bahan pembicaraan di kalangan netizen media sosial.

Tidak sedikit yang mengkritik. Namun, banyak pula yang memuji. Di tengah riuh di kalangan netizen itu, Menpora Imam Nahrawi mengaku bangga dengan kostum defile yang digunakan kontingen Indonesia.

“Kami bangga menunjukkan kekayaan warisan budaya Indonesia pada pembukaan Olimpiade 2016 yang disaksikan penonton dan warga dunia,” kata Menpora yang turut menghadiri upacara pembukaan Olimpiade 2016 di Stadion Maracana.

Menpora mengakui, seragam defile Indonesia tersebut banyak mendapat kritikan dan cacian di dalam negeri. Namun, Menpora justru lega karena masyarakat dunia banyak yang mengacungi jempol, bahkan ada yang menilainya sebagai kostum defile terbaik pada upacara pembukaan pesta olahraga paling akbar di kolong langit yang berlangsung di Negeri Samba tersebut.

Sanjungan dan acungan jempol memang banyak ditujukan kepada tiga orang di bagian tengah yang menggunakan kostum adat kebaya merah-emas dengan hiasan mahkota besar. Keragaman kekayaan pakaian adat yang ditunjukkan saat parade atlet pada upacara pembukaan tersebut  rupanya cukup menyita perhatian penonton.

Seperti diketahui, saat defile pembukaan, atlet lompat jauh Maria Londa yang memakai kebaya dan kain serba putih dengan rambut berhias sanggul ala Bali tampak paling depan seraya memegang tonggak bendera Merah Putih.

Di belakang Maria terlihat sepasang model memakai baju adat Lampung, dan masih ada seorang lain yang mengenakan pakaian adat Papua, kemudian diikuti para atlet dan jajaran kontingen mengenakan seragam bermotif batik didominasi warna merah putih dengan bagian atas seragam terdapat lambang Garuda yang besar. Mereka juga memakai ikat kepala atau juga disebut udeng. Semuanya tampil bangga dan penuh percaya diri mewakili Indonesia.

Tapis 4Saat menyaksikan acara pembukaan Olimpiade Rio, Menpora juga mencermati bagaimana Brasil mampu menampilkan berbagai sajian pertunjukan dan hiburan khas Negeri Samba. Negara tersebut rupanya sudah benar-benar tahu bagaimana memanfaatkan perhelatan besar internasional untuk mempromosikan kebudayaannya ke pentas dunia.

“Brasil betul-betul tahu makna sebuah promosi. Ini jadi pembelajaran kita yang akan menjadi tuan rumah TAFISA World Games 2016 dan Asian Games 2018. Saat TAFISA misalnya, senam poco-poco harus diduniakan karena samba sudah diduniakan oleh Brasil. Ini jadi tugas penting  Kemenpora bersama panitia,” tutur Nahrawi.

USA Today bahkan menyebut pakaian yang dipakai tim Indonesia saat upacara pembukaan tersebut sebagai salah satu dari 17 terbaik.

Tapis 5Okto bercerita bahwa sejak tim Indonesia keluar dari apartemen di perkampungan atlet, sudah banyak delegasi dari negara lain yang terus melihat dan berebut meminta foto bersama.

Begitu juga saat upacara pembukaan berlangsung. Perenang putri Yessy Venisia Yosaputra yang memakai pakaian tradisional Lampung tak luput dari kejaran banyak orang untuk berfoto bersama.

“Yessy sampai harus menghindar karena terlalu banyak yang meminta foto bersama,” ujar Okto sambil tersenyum.

Share Button

Related For Tapis Lampung Mendunia Lewat Olimpiade Meski Banjir Kritikan Di Negeri Sendiri