http://terbagus.info/wp-content/uploads/2016/01/banner728.jpg
http://niadesain.biz/banner/User.gif

Pembangunan Jalan Tol, Pemkab Lampung Tengah Harus Revisi RTRW

Rabu, November 16th 2016. | Lampung, Realita News
Peserta Focus Group Discussion Bappeda Lampung Tengah

Peserta Focus Group Discussion Bappeda Lampung Tengah

LAMPUNG,terbagus.info– Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang saat ini tengah berlangsung, diharapkan akan menjadi jalur utama di Sumatera yang menghubungkan Banda Aceh di utara dengan Bandar Lampung di selatan. Pembangunan JTTS akan berpengaruh pada sistim transportasi yang menjadi tolok ukur dalam interaksi keruangan antar wilayah dan berperan penting dalam menunjang proses perkembangan suatu wilayah.

Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah diharapkan telah menyiapkan strategi dan rencana tata ruang wilayah yang baru untuk menyikapi terbukanya peluang bisnis bagi masyarakat, dan permukiman baru disepanjang wilayah jalan yang di lintasi jalan tol, terutama terkait dengan peluang alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan permukiman atau kawasan industri baru.

Hal itu mengemuka pada Focus Group Discussion (FGD) yang di laksanakan oleh Bidang Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lampung Tengah. Diskusi yang diikuti oleh 20 orang, terdiri dari unsur-unsur kepala dinas dan pejabat di lingkungan Pemkab Lampung Tengah, dengan narasumber FGD terdiri dari DR. Ribhan, M.Si, Dosen Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Unila, Ir.Alfian Surya Negara dari Ikatan Konsultan Indonesia Daerah Lampung, Drs.Supriyanto dari Majalah Bisnis Pertanian Swadaya,.

Kegiatan FGD merupakan upaya sharing program dan menjaring informasi dari stakeholder dalam rangka menyikapi pengaruh pembangunan JTTS yang juga melintas di wilayah Kabupaten Lampung Tengah. Juga mengidentifikasi dan mapping terhadap potensi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman pemanfaatan lahan di sepanjang wilayah yang dilintasi jalan tol sebagai terbukanya peluang usaha bagi masyarakat.

Menurut Alfian letak wilayah Lampung Tengah secara alamiah berada di tengah Provinsi Lampung dilalui jalur tengah trans Sumatera, memiliki potensi untuk mendukung kelancaran arus barang dari dan ke berbagai wilayah lainnya, hal ini tidak dimiliki oleh daerah lainnya. Berdasarkan potensi letak wilayah lanjutnya, dapat dijadikan dasar pertimbangan utama bagi perencanaan pembangunan dan pengembangan wilayah karena diperlukan analisis tata letak wilayah terhadap wilayah-wilayah lainnya, dalam bentuk keterkaitan wilayah utamanya, keterkaitan fungsi dan keterkaitan aliran orang dan barang.

”Prioritas pembangunan dalam meningkatkan perekonomian sebagai dampak pembangunan jalan tol di Lampung Tengah, maka perencanaan yang disusun dengan pendekatan secara holistic atau menyeluru, baik pendekatan wilayah, fungsi, sektor maupun system, seperti pembangunan pusat kawasan andalan, pembangunan kawasan sentra produksi dan pembangunan sentra ekonomi wilayah,”katanya.

Pada kesempatan itu muncul pertanyaan bagiamana sikap Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah terkait  upaya preventif untuk memastikan keberadaan JTTS ini akan memberikan keuntungan ekonomis bagi masyarakat daerah ini, tentunya bukan hanya menguntungkan kelompok penguasa dan pengusaha tertentu saja.

Setidaknya Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah bersama DPRD, pelaku Ekonomi, Kadinda telah membicarakan secara serius dan intensive terhadap berbagai kemungkinan yang bisa dilakukan untuk mengambil manfaat secara ekonomis dengan pembangunan JTTS, sesuai keragaman potensi ekonomi yang bisa dikembangkan untuk peningkatan pendapatan masyarakat.

Menurut Supriyanto, Pemkab Lampung Tengah harus menjadikan JTTS sebagai terbukanya peluang bisnis bagi masyarakat. Jalan tol membuat lahan yang semula kurang bernilai menjadi lebih memiliki akses ke sistem transportasi nasional sehingga memperoleh rangsangan untuk dibangun. Keberadaan jalan tol, dapat menambah pilihan kepada para konsumen sehingga dapat meningkatkan kompetisi dalam perdagangan barang produk industri kecil, dan diharapkan mampu merangsang penciptaan jaringan pasar yang lebih luas kepada perusahaan lokal.

”Bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah pembangunan JTTS dapat mengoptimalkan pengembangan Terminal Betan Subing menjadi Terminal Agro sesuai dengan rencana awal pembangunan infrastruktur tersebut. Pengembangan Terminal Agro, akan mendukung terbangunnya kawasan Agroplitan di wilayah kecamatan yang menjadi kawasan penyanggah aktifitas Terminal Agro Betan Subing,”katanya.

Selain posisi strategis, Lampung Tengah juga memiliki keragaman potensi produk pertanian yang dapat dikembangkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) maupun beberapa provinsi di Sumatera yang berdekatan dengan Lampung. ”Keberadaan jalan tol akan memberikan ketersediaan reliabilitas (keajegan) waktu dalam kegiatan transportasi semakin baik, sehingga dapat menurunkan biaya pergudangan dan meningkatkan efisiensi di sektor pertanian dan industri manufaktur,” kata Ribhan.

Penataan kembali kawasan Terminal Betang Subing dan wilayah sekitarnya sebagai bagian dari kawasan agropolitan, akan membuka peluang kesempatan kerja dan kesempatan berusaha bagi masyarakat Lampung Tengah. Pembangunan sektor pertanian harus dilakukan dari hulu sampai hilir. Sektor pertanian, ketrampilan SDM petani, dan Terminal Betan Subing merupakan potensi dan kekuatan untuk membangun ekonomi masyarakat Lampung Tengah yang lebih baik.

Kawasan Betang Subing selain dapat menjadi rest area juga dapat menjadi pusat wisata belanja yang penjualan beragam produk olahan pertanian, kerajinan tangan, dan pusat home industri pengolahan hasil pertanian seperti nanas, mantang dan labu kuning yang banyak dihasilkan oleh kabupaten Lampung Tengah.

Dari berbagai pemikiran yang berkembang, beberapa kesimpulan dapat diambil dari diskusi tersebut, diantaranya adalah perlu pembahasan perubahan tata ruang wilayah terkait dengan pembangunan jalan tol yang melintas di wilayah Lampung Tengah, lalu menentukan strategi ekonomi apa yang dapat dikembangkan. Pemkab Lampung Tengah juga harus melakukan langkah strategis dalam pemanfaatan jalan tol sebagai pertumbuhan ekonomi baru di Lampung Tengah. Sebagai dampak langsung yang dirasakan masyarakat Lampung Tengah, Pemkab Lampung Tengah harus memastikan ada konpensasi dari pengelolaan jalan tol, serta mendapatkan informasi terkait ada tidaknya kewenangan pemerintah kabupaten terutama dalam pemanfaatan jalan tol bagi pengembangan ekonomi daerah. (Ti/pri)

 

Share Button

Related For Pembangunan Jalan Tol, Pemkab Lampung Tengah Harus Revisi RTRW