http://terbagus.info/wp-content/uploads/2016/01/banner728.jpg
http://niadesain.biz/banner/User.gif

Lampung Tengah Siap Swasembada Daging Sapi

Rabu, April 26th 2017. | Ekonomi & Niaga, Iklan, Lampung, Nasional

Bupati Mustafa pimpin rapat mengenai inseminasi buatan

Lampung Tengah – Guna mewujudkan program swasembada daging di Kabupaten Lampung Tengah, bupati setempat DR. Ir. Mustafa mendorong para inseminator untuk dapat mendorong pertumbuhan bibit-bibit sapi di Lampung Tengah.

Hal ini disampaikan Mustafa saat menggelar pertemuan dengan para inseminator Lampung Tengah, Selasa, 25/4/2017. Para inseminator diminta untuk terus meningkatkan skill dan terobosan-terobosan baru yang mampu mendorong pertumbuhan budidaya sapi di Lampung Tengah.

Dinas Peternakan dan Perkebunan memastikan akan menggarap program Kampung Ternak, sebagai upaya dalam meningkatkan kebutuhan suasembada daging di Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng).

Program inovasi gagasan Bupati Lamteng Dr. Ir. H. Mustafa, MH., yang di danai dari anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) tersebut, sesuai dengan program pusat Kementarian Desa  (kemdes). Dimana anggaran yang telah di kucurkan ke tiap kampung di pergunakan untuk pemberdayaan masyarakat kampung.

Kabid Bina Peternakan Lamteng Pardi mewakili Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Lamteng Ir. Taruna Bifi Koprawi menuturkan, bahwa pembentukan kampung ternak telah menjadi program perioritas Dinas Peternakan, yang segera di realisasikan. Sebagai upaya dalam menciptakan suasembada daging di Lamteng.  Pengambangan program kampung ternak ini diwujudkan sebagai modal masyarakat dalam menciptakan kampung mandiri.

“Program kampung ternak yang telah di gagas pak Bupati Mustafa sudah di jalankan Dinas Peternakan, sampai dengan saat ini Dinas Peternakan telah mencatat sebanyak 119 kampung di Kabupaten Lamteng yang memiliki potensi dalam pengembangan kampung ternak,” ucapnya.

Ia menerangkan, untuk menyukseskan perogram ini, Dinas Peternakan dan Perkebunan terus melakukan sosialisasi, dimana untuk membentuk kampung ternak, petani atau peternak harus diberi pelatihan dan pemahaman cara membudidayakan ternak. “Disamping itu juga kita pertemukan peternak dengan perbankan dan perusahaan agar lebih mengerti cara mengelola ternak dan pengembanganya,” jelasnya.

Disamping itu juga, lanjutnya, sebelum menjalankan program kampung ternak, kampung itu sendiri harus sudah memiliki BUMD/K sebagai sarat utamanya, dan ADD sebagai sarana oprasional untuk mendanai pembeliannya. Sementara anggaran untuk kampung ternak ini adanya di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK). “ Inilah yang menjadi kendala kita, karena program ini berjalan tergantung pencairan ADD, jika ADD cair program ini bisa berjalan,” terangnya.

Sementara itu, dilain kesempatan yang berbeda, Kabid Pemberdayaan PMK Sumarno mewakili Kadis PKM Rosidi mengatakan, bahwa program kampung ternak yang di sinkronkan dengan Dinas PMK secara progres program sudah berjalan. Dan saat ini dalam proses pendataan pembentukan Badan Usaha Milik Desa/Kampung (BUMD/K).  “Dinas PMK telah melayangkan surat ke dinas peternakan mana – mana kampung yang potensial untuk ternak sapi dan sudah dikirim ke pendamping kampung,” jelasnya.

Ia menerangkan, untuk menggarap program tersebut, dinas PMK masih fokus dalam pendataan agar setiap kampung memiliki bandan usaha.  Namun  dalam program ini, sesuai dengan data yang telah diterima Dinas PMK melalui Dinas Peternakan, dari 301 kampung tersebut tidak semua kampung di tiapkecamatan memiliki potensi ternak. “Nahdalam persoalan ini jika sapi tidak bisa mereka kembangkan, mereka memilih mengembangkan kearifan lokal,” ujarnya.

Bupati Lampung Tengah, Mustafa meninjau kesiapan bibit-bibit sapi yang akan menjadi unggulan di Lampung Tengah

Dalam pengembangan kampung ternak sapi ini, harus melihat kesiapan dari kampung itu sendiri, mulai dari fasilitas sarana dan prasarananya, yakni mulai dari badan hukumnya harua ada, kesiapan kandangnya. “Maka jika peternak belum paham kita dari Dinas PMK sudah melampirkan rap kandang ketika mereka gak ngerti kita siapkan rap kandang sapinya. “Sampai saat ini dari 301 kampung baru 170 an yang masuk BUMD/K yang terbentuk, sisanya Masih berjalan,” bebernya.

“Karaan tahun ini pak bupati semua kampung punya BUMD/K, saran kami ketika mereka sudah siap dengan kepengurusan yang membidagi unit peternakan pertanian perdagngan silahkan untuk di esekusi tahun ini,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahu program kampung ternaik ini akan melakukan pengambangan sapi yang dilakukan secara penggemukan dan sistim ternak. “Yang diharapkan jika nanti ADD sudah tidak dikucurkan ke kampung – kampung dengan adanya pengelolaan kampung ternak ini kampung bisa mandiri. Otomatis kalau mandiri bisa kembangkan usaha,” terangnya.

“Peran inseminator sangat krusial dalam mengejar target Lampung Tengah sebagai lumbung ternak. Saya minta inseminator terus meningkatkan kemampuan dan penerapan teknologi tepat guna untuk mengembangkan sapi-sapi berkualitas di Lampung Tengah,” katanya.

Saat ini, pihaknya sedang menggodok konsep pengembangan sapi di kampung-kampung. Rencananya pemerintah akan menggelontorkan anggaran untuk bantuan bibit sapi sebanyak 10 ekor di setiap kampung. Dengan total 311 kampung, kedepan diharapkan Lampung Tengan bisa surplus 3110 ekor sapi.

Kedepan perusahaan-perusahaan juga akan dilibatkan dalam kemitraan. Selain itu Pemkab akan memberikan pelatihan dan pembinaan kepada peternak-peternak sapi di seluruh kampung di Lamteng agar bisa menjadi pembudidaya yang professional dan berkualitas.

“Perusahaan harus terlibat dalam pengembangan budidaya sapi di Lampung Tengah. Bisa lewat kerjasama kemitraan atau pendampingan peternak-peternak yang ada. Saya minta perusahaan tidak hanya besar sendiri, tetapi juga bisa memberikan kontribusinya kepada masyarakat,” tandasnya.

Sebagai kabupaten terluas dan dikenal dengan sector pertanian, Mustafa menilai Lampung Tengah memiliki potensi yang sangat baik untuk budidaya ternak sapi. Ia bahkan optimis Lampung Tengah bisa menjadi lumbung daging yang mampu memenuhi kebutuhan daging secara nasional.

Bupati Lampung Tengah, Mustafa meninjau kesiapan pakan ternak sapi yang akan menjadi komoditi unggulan

“Lampung Tengah memiliki SDM-SDM yang mumpuni di sector peternakan. Kita juga mempunyai lahan pertanian yang luas, sehingga kebutuhan pakan ternak Insya Allah terpenuhi. Jika ini kita kembangkan, mereka kita latih dan bina, saya percaya Lampung Tengah bisa swasembada daging, bahkan tidak menutup kemungkinan ekspor keluar negeri,” katanya.

Sementara itu Kadis Peternakan Lampung Tengah Taruna Bifi Koprawi menerangkan saat ini pihaknya sedang mengembangkan sekitar 10 ribu sapi induk wajib bunting (Siwab). Dari jumlah ini ditargetkan bakal berkembang 50-60 ribu ekor sapi.

Disini inseminator berperan melalkukan inseminasi buatan, sebagai upaya penyebaran bibit unggul ternak sapi dapat dilakukan dengan murah, mudah dan cepat, serta diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para peternak.

“Mudah-mudahan pengembangan Siwab ini bisa membantu mewujudkan target Pemkab Lampung Tengah menjadi lumbung pangan dan lumbung daging. Dengan segala potensi yang ada, kami optimis Lampung Tengah surplus daging,” pungkasnya. (TI/Adv)

Share Button

Related For Lampung Tengah Siap Swasembada Daging Sapi