http://terbagus.info/wp-content/uploads/2016/01/banner728.jpg
http://niadesain.biz/banner/User.gif

Menjadikan Bawang Merah Komoditas Andalan Lampung Tengah

Rabu, September 20th 2017. | Lampung, Realita News

                                                                                                                                                                                                                                                 Zainuri

Lampung Tengah, Bawang merah merupakan salah satu komoditas strategis yang menjadi fokus pengembangan Kementerian Pertanian saat ini. Berbagai upaya untuk meningkatkan produktivitas bawang merah terus dilakukan, mulai dari penerapan teknologi yang tepat dalam proses budidayanya, hingga pengembangan luasan tanam di daerah-daerah yang dinilai potensial.

Pengembangan Kecamatan Kota Gajah sebagai klaster bawang merah yang dikuti beberapa kecamatan sebagai kawasan pengembangan seperti, Kecamatan Seputih Raman, Kalirejo, Pubian, dan Kecamatan Padang Ratu, merupakan bentuk keseriusan Pemkab Lampung Tengah dalam mendukung pengembangan komoditas ini.

Pemkab Lampung Tengah melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan, akan terus mendorong petani agar pengambangan tanaman bawang merah benar-benar bisa berhasil, sekaligus sebagai komoditas baru yang menjadi andalan daerah Lampung Tengah. ”Kecamatan Kotagajah juga diproyeksikan sebagai sentra bibit bawang merah, sedang Kecamatan Kalirejo, Seputih Raman dan Pubian menjadi kawasan pengembangan tanaman bawang merah. Kita terus berupaya menambah luasan tanaman bawang merah,”Kabid Hortikultura Dinas Pertaian Tanaman Lampung Tengah Widia Iriyanti.

Diakui Widia, animo petani didaerahnya untuk mengembangkan bawang merah terus meningkat. Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah selain melakukan pendampingan juga memberikan benih. Untuk peningkatan produksi bawang merah, melalui APBD tahun 2017, Pemkab Lampng Tengah telah memberikan bantuan benih untuk seluas 4 Ha yang distribusikan ke petani bawang merah di empat kecamatan yakni Kacamatan Kota Gajah, Seputih Raman, Kalirejo dan Seputih Agung. ”Sedang melalui dana APBN pemerintah pusat telah memberikan bantuan untuk pengembangan kawasan seluas 30 Ha di Kecamatan Kota Gajah, Seputuh Raman, Kalirejo, Pubian dan Kecamatan Padangratu,”katanya.

Pihaknya kata kata Widia, terus melakukan upaya pengingkatan pengetahuan petani terkait pengembangan bawang merah, khusus bagi petani pemula melalui pelatihan budidaya bawang merah di Brebes Jawa Tengah. Diakuinya, Pemkab Lampung Tengah telah berkomitmen akan mengembangkan bawang merah sebagaimana yang telah dikembangkan di beberapa kecamatan, sebagai upaya mewujudkan klaster-klaster bawang merah di Lampung Tengah. ”Pengembangan bawang butuh petani terlatih dan kemauan yang tinggi, karena budidaya bawang merah butuh penanganan yang serius dan fokus tidak bisa coba-coba,”katanya.

Pengembangan kawasan 30 Ha, sebagai peningkatan luasan lahan di sentra-sentra bawang merah, agar benar-benar tumbuh sentra dengan produksi yang berkelanjutan. Daerah selain Kotagaja masih dalam proses introduksi, untuk itu masih memerlukan pendampingan secara intensif, sementara untuk Kecamatan Kota Gajah, kata Widia, pihaknya hanya mendorong agar benar-benar mampu menjadi sentra penangkar benih bawang merah di Lampung Tengah. Dengan membangun sumber benih ini kedepan petani sudah tidak lagi kesulitan benih, maka setiap pengembangan juga di berikan pengetahuan tentang penangkaran benih agar petani bisa mengatasi sendiri kebutuhan benih.

“Untuk pengembangan lahan tergantung iklim, maka target luasan tidak bisa dipastikan kerena selain iklim juga peningkatan kualitas petani juga masih menjadi kendala. Untuk sementara ini kita belum mempuyai target baik luasan maupun produksi, tapi kita mengarah kesana. Saat ini kita tengah menyiapkan sumberdaya petani dulu agar menguasai teknologi tanaman bawang merah,”katanya.

Keuntungan

Sementara itu, Zainuri, Ketua Kelompok Tani Krida Tani 1 Kotagajah, Kabupaten Lampung Tengah mengaku, saat ini petani yang mengembangkan komoditas bawang merah mulai merasakan keutungan pengembangan komoditas ini. Selain masa tanam yang pendek juga didukung harga bawang merah di tingkat konsumen cukup stabil. Kondisi ini yang membuat semangat para petani terus meningkatkan kemampuan penguasaan teknologi budidaya tamanan bawang merah.

“ Kalau setahun lalu, kami masih coba-coba karena pengetahuan tentang budidaya bawang merah masih minim, tapi saat kami sudah menjadikan bawang merah sebagai komoditas unggulan selain tanaman padi,” kata Zainuri, baru-baru ini.

Kini kata Zainuri, petani sudah merasakan keuntungan menanam bawang merah, tidak ada lagi keraguan untuk terus meningkatkan kemampuan pengembangan bawang merah secara mandiri di Lampung Tengah. Bahkan kelompoknya sudah di tetapkan sebagai penangkar benih bawang merah untuk memenuhi kebutuhan bawang merah yang dikembangkan oleh petani dibeberapa kecamatan di Lampung Tengah.

Saat ini, anggota kelompok tani Karida Tani sudah bertambah menjadi 40 orang yang sebelumnya hanya 20 orang, namun pada musim kemarau tahun ini hanya 15 orang yang menanam bawang merah dengan memanfaatkan lahan sawah yang tidak ditanami padi karena keterbatasan air irigasi sengan luas sekitar  2 Ha.

”Kami saat ini fokus pada meningkatkan kemampuan dalam penangkaran benih bawang merah, sehingga kedepan petani tidak lagi kesulitan mendapatkan benih untuk pengmbang bawang merah,”katanya.

Pada  musim tanam tahun ini, kelompoknya dalam satu hektar sudah mampu memanen bawang merah sebanyak 6 ton. Dari jumlah tersebut dihasilkan benih bawang merah sebanyak 3 ton. Untuk peningkatan benih bawang merah Pemkab Lampung Tengah melalui APBD 2017 telah memberikan bantuan benih bawang merah sebanyak satu ton. Benih bantuan  tersebut dibagikan secara gratis pada 15 orang petani yang pada msim ini  siap tanam bawang merah.

Benih bantuan kata Zainuri,  sudah mereka tanam dan pada September ini sudah di panen. Sementara, untuk menjaga stabilitas kebutuhan benih, disepakati setiap panen bawang merah kami harus menyisihkan untuk disimpan sebagai benih cadangan sesuai kemampuan tanan petani, tidak semua bawang merah di jual sebagai konsumsi. ”Pada saat musim tanam benih tersebut di bagikan lagi kepada anggota sesuai berapa banyak yang disimpan. Sehingga, benih yang di simpan akan menjadi benih abadi di kelompoknya, bukan untuk ketua kelompok,”katanya (Adv)

Share Button

Related For Menjadikan Bawang Merah Komoditas Andalan Lampung Tengah