http://terbagus.info/wp-content/uploads/2016/01/banner728.jpg
http://niadesain.biz/banner/User.gif

Struktur Ekonomi Lampung Tengah Masih Didominasi Usaha Pertanian

Senin, Oktober 23rd 2017. | Lampung

Bupati Lampung Tengah Mustafa, tengah memanen padi

Lampung Tengah, Terbagus.info- Bukan tanpa alasan bila Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, dalam meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat lebih fokus pada peningkatan pembangunan  sektor pertanian, terutama subkategori Pertanian Tanaman Pangan dan subkategori Peternakan. Hal ini selain di dukung oleh infrastruktur pertanian yang memadai seperti jaringan irigasi teknis yang baik, juga masih terbuka peluang untuk pengembangan luasan lahan produksi pertanian. Sedangan pada subkategori peternakan, khususnya peternakan Sapi sudah dikembangkan hampir di semua kecamatan.

Kendati barbagai kategori masih berpeluang untuk ditingkatkan kontribusinya bagi pertumbuhan perekonomian Lampung Tengah, namun kedepan struktur perekonomian sebagian masyarakat Lampung Tengah tetap masih didominasi kategori Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta kategogi Industri Pengolahan, hal ini terlihat dari besarnya peran kedua kategori ini terhadap pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung Tengah.

Hal ini mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lampung Tengah menyebutkan sumbangan terbesar pada tahun 2016 dihasilkan oleh kategori Pertanian, Kehutanan dan Perikanan serta kategori Industri Pengolahan, kategori Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor, dan kategori Konstruksi, sementara peranan kategori lainnya kontribusinya masih dikisaran di bawah lima persen .

Pertumbuhan lapangan usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan pada PDRB tahun 2015 masih mencapai 36,35 dan pada PDRB tahun 2016 mencapai 35,38 persen. Tentunya, capaian ini diharapkan akan mampu ditingkatkan diatas 37 persen lebih sebagaimana yang dicapai pada tahun-tahun sebelumnya. Sedang kontribusi lapangan usaha Industri Pengolah pada PDRB tahun 2015 mencapai 23,99 dan tahun 2016 masih mencapai 23,36 persen, disusul Perdagangan Besar dan Eceran; reparasi Mobil dan Sepeda Motor tahun 2015 sebesar 10,21 dan tahun 2016   baru mencapai 10,16 persen.

Walaupun pertumbuhan perekonomian Lampung Tengah tahun 2016 mengalami sedikit perlambatan jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada tahun sebelumnya, namun laju pertumbuhan PDRB Lampung Tengah tahun 2016 baru mencapai 4,23 persen sedang laju pertumbuhan PDRB tahun 2015 sebesar 4, 48 persen. Pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh kategori Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 21,03 persen, sedang seluruh kategori ekonomi PDRB yang lain pada tahun 2015 mencatatkan pertumbuhan yang positif.

Sejumlah kategori lain yang mencatatkan pertumbuhan yang positif bagi pertumbuhan riil PDRB Lampung Tengah diantaranya kategori Informasi dan Komunikasi tercatat sebesar 16,42 persen, kategori Konstruksi mengalami pertumbuhan sebesar 10,37 persen, kategori Transport dan Pergudangan tercatat pertumbuhannya sebesar 8,12 persen, kategori Pertambangan dan Penggalian sebesar 6,47 persen, kategori Penyediaan Akomodasi dan Makan minum tercatat pertumbuhannya sebesar 6,37 persen, kategori Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial Lainnya tumbuh sebesar 6,19 persen. Ketegori Industri Pengolahan mencatatkan pertumbuhan pada PDRB 2016 sebesar 5,89 persen, kategori Real Estate tumbuh 5,45 persen, kategori Jasa Pendidikan tumbuh 4,30 persen kategori pertanian, kehutanan dan perikanan mengalami pertumbuhan 4,23 persen, kategori Jasa Keuangan dan Asuransi mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,55 persen.

 

PDRB perkapita

Pertumbuhan perekonomian yang digambarkan PDRB, akan sangat berpengaruh terhadap pendapatan masyarakat. PDRB per kapita masyarakat Lampung Tengah atas harga yang berlaku tahun 2016 mengalami peningkatan mencapai 44,12 juta rupiah atau dengan pertumbuhan mencapai 11, 85 persen, sedang tahun 2013 pertumbuhan PDRB per kapita hanya tercatat sebesar 8,48 persen dan tahun 2015 tercatat sebesar 10,49 persen.

Sedang PDRB per kapita menurut lapangan usaha, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan tercatat sebesar 15,83, juta rupiah, disusul sektor Industri Pengolahan sebesar Rp10,31 juta,  lalu kategori Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor tercatat sebesar Rp4, 48 juta dan diikuti kategori Kosntruksi sebesar Rp4,38 juta.

Pergerakan pertumbuhan perekonomian Lampung Tengah menurut lapangan usaha tergambar pada PDRB 2016, yang didukungan pertumbuhan subkategori dari masing masing kategori. Ketegori Pertanian, Kehutanan dan Perikanan mencakup subkategori tanaman pangan, tanaman hortikultura, perkebunan, peternakan, pertanian dan perburuan, subkategori usaha kehutanan dan penebangan kayu, subkategori pertanian. Tak dapat dipungkiri kategori-kategori ini kedepan masih menjadi tumpuan dan harapan dalam penyerapan tenaga kerja.

Pada tahun 2016 kategori Pertanian, Kuhutanan dan Perikanan memberi kontribusi terhadap PDRB atas dasar harga berlaku sebesar 35,88 persen. Golongan tanaman pangan merupakan penyumbang terbesar terhadap kategori pertanian tercatat sebesar 41, 69 persen dari seluruh nilai tambah pertanian, golongan ini mengalami kenaikan sebesar 0,29 persen dari tahun 2015.

Pertumbuhan ekonomi tahun 2016 pada kategori pertanian yaitu sebesar 4,23 persen, sedangkan jika dilihat persubkategori, pertumbuhan terbesar terjadi pada subkategori Kehutanan dan Penebangan kayu yaitu 7,44 persen, dengan golongan penyumbang terbesar  yaitu Tanaman Pangan sebesar 41,69 persen. Dilihat dari pertumbuhan ekonominya, maka laju pertumbuhan ekonomi untuk semua subkategori Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa, dan subkategori Kehutanan  dan Penebangan Kayu, serta subkategori Perikanan masing-masing mengalami peningkatan pertumbuhan sebesar, 4,75 persen, 4,77 persen, dan 0,36 persen.

Bupati Lampung Tengah, Mustafa meninjau kesiapan bibit-bibit sapi yang akan menjadi unggulan di Lampung Tengah

Pada posisi Kategori Industri Pengolahan, subkategori yang menyumbang peranan besar adalah Industri Makanan dan Minuman sebesar 70,04 persen pada tahun2016,  yang diikuti Industri Kimia, Farmasi dan Obat Tradisional 22,36 persen, dan Industri Barang Galian  bukan Logam 4,67 persen. Secara keseluruhan, laju pertumbuhan kategori Industri Pengolahan pada tahun 2016 adalah 5,89 persen, sedangkan subkategori yang mencatat laju pertumbuhan terbesar adalah subkategori Industri Alat Angkutan sebesar 8,50 persen, kemudian diikuti subkategori  Industri Karet, barang dari Karet dan Plastik, serta subkategori Industri Makanan dan Minuman masing-masing sebesar 6,88 persen dan 6,03 persen.

Seiring dengan laju pembangunan kawasan permukiman dan infrastruktur di Lampung Tengah, pada tahun 2016 kategori Konstruksi menyumbang sebesar 9,94 persen terhadap total perekonomian Lampung Tengah, kondisi ini meningkat bila dibanding dengan capaian tahun 2015 hanya sebesar 9,50 persen. Sementara itu selama 5 tahun terakhir Kategori Perdaganan Basar dan Eceran; Reperasi Mobil dan Sepeda Motor menyumbang diatas 15 persen. Pada tahun 2016, kategori ini menyumbang sebesar 10,16 pada PDRB Lampung Tengah, dengan sumbangan terbesar oleh subkategori Perdagangan Besar dan Eceran, Bukan Mobil dan Sepeda Motor sebesar 80,23 persen. Sisanya sebesar 19,18 persen disumbang dari subkategori Perdagangan Mobil, Sepeda Motro dan Reparasinya.

Pembangunan ekonomi pada hakekatnya serangkaian usaha dan kebijakan dengan tujuan mampu meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat, diantaranya dengan dibarengi perluasan lapangan kerja dan pemerataan pendapatan masyarakat. Dengan demikian, capaian pertumbuhan ekonomi tidak hanya sebatas angka-angka yang tersaji dalam PDRB, tetapi secara nyata juga menjadi barometer tingkat kesejahetaraan masyarakat Lampung Tengah.(Ti/Adv)

Share Button

Related For Struktur Ekonomi Lampung Tengah Masih Didominasi Usaha Pertanian