http://terbagus.info/wp-content/uploads/2016/01/banner728.jpg
http://niadesain.biz/banner/User.gif

Gubernur Ridho : Dorong Petani Optimalkan Lahan Dan Tingkatkan Mutu Kopi

Minggu, Oktober 1st 2017. | Ekonomi & Niaga, Lampung

Penandatangan MoU antara GAEKI dan Vicoca Vietnam(foto Hms)

BANDAR LAMPUNG, terbagus.info-Petani bukan sekedar menghasilkan kopi, tapi kita dorong mengoptimalkan lahan dan meningkatkan mutu kopi berstandar internasional. Pembinaan itu harus dilakukan bersama pemerintah daerah dan swasta, agar lebih banyak petani terbina. Penegasan itu disampaikan Gubernur Lampung Ridho Ficardo, usai menutup peringatan Hari Kopi Internasional di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Minggu (1/10/2017).

Gubernur meminta agar kalangan industri kopi memperluas kapasitas dengan kemitraan petani kopi. Perluasan kemitraan ini, menurut Gubernur, merupakan upaya paling efektif dalam meningkatkan kualitas kopi Lampung. Kedepan hendaknya kopi bisa menjadi industri kreatif dan konten pariwisata khususnya pengembangan tapis. “Ketika bicara Lampung ingatan orang tertuju pada kopi dan tapis. Saya bercita-cita Lampung menjadi destinasi wisata kopi,” kata Ridho.

Konsep pertanian dan pariwisata ini, kata Ridho, sukses dijalankan Thailand yang mengemas pertanian dari hulu ke hilir menjadi produk pariwisata. Menurut Gubernur, potensi Thailand dan Lampung hampir sama. Lampung punya potensi menyamai Thailand di bidang ini, karena kita punya semua potensi. Salah satu upaya menaikkan pamor kopi Lampung, kata Gubernur, adalah dengan meningkatkan konsumsi kopi dalam negeri. ”Peringatan Hari Kopi Internasional, kata Ridho, akan digelar setiap tahun sebagai upaya mempromosikan kopi menjadi gaya hidup masyarakat baik di Lampung maupun nasional,”tegas Gubernur.

Hadir dalam acara tersebut, kata Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah, Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih. Dia memuji upaya pemerintah Provinsi Lampung dalam meningkatkan konsumsi kopi dalam negeri. Dia mengakui konsumsi kopi dalam negeri masih kecil yakni 1,1 kg per kapita/tahun, sedangkan yang tertinggi yakni Finlandia 11,4 kg kapita/tahun.

“Potensi pasar dalam negeri masih berkembang baik. Oleh karena itu, kebijakannya adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia seperti barista, roaster, penguji cita rasa, dan peningkatan nilai tambah kopi dalam negeri terutama kopi sangrai atau roadted bean, melalui penguasaan teknologi roasting,” kata Gati Wibawaningsih.

Kebijakan itu, kata Gati, secara perlahan akan membuat Indonesia tidak lagi menjadi negara pengekspor biji kopi, tapi eksportir kopi sangrai untuk Asia, bahkan dunia. Hal ini dapat tercapai apabila pemerintah mencantumkan asal masing-masing daerah. ”Saya mengapresiasi ide Gubernur Lampung yang mencantumkan nama daerah pada label kopi,” kata Gati.

Rangkaian peringatan Hari Kopi Internasional yang dipusatkan di Lampung dibuka Gubernur Lampung, pada Jumat (29/9/2017) Malam. Acara ini banyak mendapat respon positif dari masyarakat luas dengan padatnya pengunjung hadir. Bukan hanya dari lampung, namun juga dari luar dan perwakilan negara-negara sahabat.

Acara puncak, juga diisi penandatangan MoU antara Gabungan Ekportir Kopi Indonesia (GAEKI) dan Vicova (Organisasi Asosiasi Kopi Kakao Vietnam). Gubernur Ridho berharap terjalin hubungan kerja sama yang baik, bisa saling belajar, dan membawa manfaat kepada petani kopi.

Pada kesempatan itu Gati Wibawaningsih mewakili Menteri Pertanian memberikan penghargaan kepada Gubernur Lampung sebagai kepala daerah penghasil kopi. Pemerintah pusat mengapresiasi Gubernur Lampung atas upaya mengangkat kopi sebagai komoditi unggulan Lampung. Penghargaan serupa juga diberikan kepada sembilan provinsi yakni Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Jawa Timur. (**)

 

 

Share Button

Related For Gubernur Ridho : Dorong Petani Optimalkan Lahan Dan Tingkatkan Mutu Kopi