http://terbagus.info/wp-content/uploads/2016/01/banner728.jpg
http://niadesain.biz/banner/User.gif

Bupati Lampung Tengah Siap Pasarkan Produk Inovasi Technopark

Senin, Januari 30th 2017. | Ekonomi & Niaga, Iklan, Lampung, Mikro

Bupati Lampung Tengah Saat Meninjau Proses Pembuatan Produk Inovasi Technopark Lampung Tengah

Harga singkong yang tak kunjung membaik dalam beberapa bulan terakhir, membuat Bupati Lampung Tengah DR. Ir. Mustafa terus berupaya mencari solusi agar petani tidak merugi. Tak hanya memperjuangkan suara rakyat ke Menteri, Mustafa juga akan menggerakan petani singkong untuk mengolah singkong menjadi beras, sehingga memiliki nilai ekonomis tinggi.

Produk yang sudah dibuat yakni nasi tiwulku, beras siger dan berasku sehat yang merupakan produk inovasi technopark dengan bahan dasar singkong dan jagung. Beras sehat ini merupakan hasil penelitian mendalam dari badan pengkajian dan penerapan teknologi (BPPT) Kampung Selusuban Kecamatan Seputih Agung.

Pihaknya juga akan menggandeng perusahaan Indometro yang selama ini sudah memasarkan produk beras singkong Lampung Tengah di kota Metro. Dengan adanya kerjasama ini diharapkan bisa meningkatkan nilai tambah produk singkong, yang akhirnya berdampak pada perekonomian masyarakat khususnya petani singkong.

Dengan produksi 1 ton per harinya, Mustafa berjanji akan menggenjot penjualan beras singkong asal Lampung Tengah lebih luas lagi. Petani, kata dia, juga akan diberikan pelatihan untuk bagaimana memproduksi beras singkong dan olahan lainnya. Ia meyakini, beras singkong menjadi alternative efektif mengatasi anjloknya harga singkong saat ini.

“Selama ini petani menjual singkong mentah ke pabrik. Ketika harganya anjlok, petani seolah tak punya harapan dan akhirnya berimbas pada ekonomi mereka. Kini sudah saatnya petani berinovasi dengan membuat olahan yang lebih variasi, menarik dan mempunyai nilai jual yang lebih baik,” ungkap Mustafa saat meninjau pengelolaan beras singkong, Senin, 30/1/2016.

Dengan anjloknya harga singkong saat ini, beras singkong merupakan solusi efektif membangkitkan potensi tanaman ubi kayu tersebut. Dalam jangka panjang, pengembangan beras singkong hal ini diharapkan bisa berdampak pada kesejahteraan petani singkong di Lampung Tengah.

“Sudah saatnya petani kita cerdas, tak hanya mampu menanam, tetapi juga mampu mengembangkan tanaman mereka sebagai produk unggulan yang mempunyai nilai jual tinggi. Akhirnya petani juga tidak risau dengan harga singkong yang berlaku di pasaran. Kerjasama dengan Alfamart dan Indomaret ini akan kita MoU kan agar memiliki kekuatan hukum,” tandasnya.

Rencananya kerjasama ini akan terus dikembangkan ke sejumlah perusahaan dan retail modern lainnya. Pihaknya akan mencanangkan program makan beras sehatku di lingkungan Pemda Lampung Tengah yang diharapkan nantinya akan ditularkan ke masyarakat.

Sementara itu, Direktur Alfamart pusat Solihin mengaku apresiasi sekali atas inovasi dan upaya Bupati Mustafa dalam meningkatkan nilai jual harga singkong. Pihaknya terbuka luas untuk bisa memasarkan beras singkong Lampung Tengah di seluruh gerai Alfamart di Indonesia.

“Kebetulan di Alfamart sendiri belum ada produk beras dari singkong. Saya rasa ini menjadi potensi bisnis yang sangat menjanjikan. Untuk tahapan mekanisme penjualan, ini akan kami survey terlebih dahulu, khususnya menyangkut lokasi (place), di wilayah manakah yang akan menjadi skala prioritas,” jelasnya.

Dengan segala keunggulan beras singkong, ia optimis produk Berasku Sehat, Beras Sigerku, dan Beras Tiwulku dapat diterima di pasaran. Pasar beras singkong ini bisa mengarah pada penderita diabetes, orang-orang yang sedang melakukan program diet, maupun orang-orang yang menjalankan gaya hidup sehat.

Ia berjanji akan memasarkan beras singkong ini ke pasar yang lebih luas lagi bahkan eksport ke luar negeri. Pemasaran akan dimulai di mini market-mini market local, provinsi dan dilanjutkan dengan mendorong menteri perdagangan untuk bisa membantu pemasaran keluar negeri. Dengan manfaatnya yang besar, Ia optimis beras singkong ini bisa diterima di pasaran.

Dengan kadarnya yang rendah karbohidrat, dijelaskan bupati muda ini, beras singkong sangat cocok bagi orang yang ingin diet karbo. Beras ini juga aman bagi penderita diabetes karena rendah gula. “Kandungan beras singkong sangat cocok bagi orang yang ingin gaya hidup sehat. Karbohidrat rendah, bebas kimia dan aman bagi penderita diabetes. Bagi yang obesitas sangat cocok mengkonsumsi beras ini,” paparnya.

Nantinya produksi beras olahan singkong ini akan ditingkatkan dan dikenalkan di kalangan petani. Kedepan Pemkab Lampung Tengah bekerjasama dengan BPPT akan melakukan pelatihan kepada petani-petani agar dapat mengelola singkong dengan nilai ekonomis yang tinggi. Dengan itu anjloknya harga singkong tak lagi menjadi masalah bagi petani.

Sementara itu, Tenaga Fungsional Perekayasa Masda BPPT Sigit Setiada menerangkan, beras ehatku merupakan produk pangan inovatif berbahan utama jagung dan ubikayu yang diolah sedemikian rupa menjadi makanan alternative pengganti beras.

Hal ini sesuai dengan kuntur atau kondisi masyarakat Lampung Tengah yang sebagian besar menanam singkong, produksinya mencapai 8 juta ton per tahun.

“Kami membuat inovasi pangan sesuai dengan demografi penduduk. Lampung Tengah penghasil singkong terbesar di Indonesia, tentunya ini harus diimbangi dengan inovasi-inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Beras jagung diharapkan bisa menjadi solusi dan pasar bagi petani singkong di Lampung Tengah khususnya disaat harga singkong anjlok,” pungkasnya. (ADV/TI)

Share Button

Related For Bupati Lampung Tengah Siap Pasarkan Produk Inovasi Technopark