http://terbagus.info/wp-content/uploads/2016/01/banner728.jpg
http://niadesain.biz/banner/User.gif

Technopark Lampung Tengah Siap Menjadi Technopolitan

Minggu, Juni 12th 2016. | Iklan

LOGOPenandatanganan perjanjian kerja sama antara Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dengan Pemerintah Provinsi Lampung dan Kabupaten Lampung Tengah, beberapa waktu lalu, menandai dimulai tahapan pembangunan technopark di Lampung Tengah.

Technopark menggabungkan dunia industri, perguruan tinggi, pusat riset dan pelatihan, kewirausahaan, perbankan, pemerintah pusat dan daerah dalam satu lokasi yang memungkinkan aliran informasi dan teknologi secara lebih efisien dan cepat.

Kepala Balai Besar Teknologi Pati Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Anton Yulianto menyatakan bahwa BPPT akan menjadi pendamping Pemkab Lampung Tengah dalam mewujudkan technopark yang keberadaannya akan membantu peningkatan taraf ekonomi petani dan peternak di kabupaten ini.

Kerja sama Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah dan BPPT antara lain berkenaan dengan tinjauan penyusunan masterplan dan penyusunan kelembagaan sementara techno park. Untuk itu, BPPT juga bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Lampung dan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil-Menengah Lampung Tengah.

“Pembangunan sepenuhnya wewenang Pemkab Lampung Tengah dan Pemprov Lampung, kami membantu dalam mewujudkan penerapan teknologi bagi produk pertanian yang menjadi unggulan Lampung Tengah,” ujarnya.

Technopark merupakan suatu kawasan yang membantu perkembangan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan, dengan cara menghimpun komunitas kampus, bisnis, dan organisasi pemerintah dalam satu lokasi.

Kunjungan Tim BPPT ke Lampung Tengah beberapa waktu yang lalu

Kunjungan Tim BPPT ke Lampung Tengah beberapa waktu yang lalu

Program ini merupakan sinergitas dari berbagai pihak yang berkepentingan tersebut, untuk meningkatkan dan mempercepat pengembangan produk yang dapat dipasarkan, selain menambah nilai ekonomi pada produk tersebut.

Pemerintah pusat mencanangkan pembangunan 100 technopark di Indonesia, dan untuk mewujudkannya menunjuk BPPT untuk melakukan pendampingan pada delapan kabupaten di Indonesia, termasuk Lampung Tengah.

Khusus untuk Lampung Tengah, technopark akan melakukan teknologi terapan terhadap tiga produk unggulan daerah ini, yaitu sapi, padi, dan ubi kayu. Pembangunan technopark di Kabupaten Lampung Tengah diperkirakan memerlukan waktu lima tahun.

“Lokasi technopark itu di lahan milik BPPT di Kecamatan Anak Tuha, luasnya sekitar 20 hektare,” kata Sekdakab Lampung Tengah, Adi Erlansyah, di Bandarlampung, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, meskipun memakan waktu hingga lima tahun, pelaksanaan kegiatan dan pelatihan kepada petani akan berlangsung mulai tahun ini, tidak akan menunggu pembangunan technopark itu selesai.

“Terlalu lama kalau menunggu pembangunan selesai baru ada kegiatan, secara fungsi seperti pelatihan dan pendampingan petani, sudah mulai kami lakukan sesuai dengan pendampingan dari BPPT,” kata dia lagi.

“Technopark itu akan fokus pada inovasi teknologi dan pengembangan produk unggulan di Lampung Tengah, yaitu padi, sapi, dan ubi kayu.

Laboratorium BPPT yang ada di Sulusuban, Lampung Tengah

Laboratorium BPPT yang ada di Sulusuban, Lampung Tengah

Selama ini, Lampung Tengah dikenal sebagai penyuplai 25 persen produksi padi Lampung, separuh produksi daging sapi, dan 40 persen produk ubi kayu mentah.

Produksi padi di Lampung Tengah saat ini adalah mencapai 800 ribu ton, sapi potong sebanyak 250 ribu ekor, dan 3 juta ton ubi kayu.

Pemkab setempat menargetkan akan ada kemandirian bibit sapi untuk pengembangan ternak tersebut di Lampung Tengah, dengan adanya technopark ini, tidak seperti sekarang yang cenderung masih mengandalkan bibit sapi impor.

Pemkab Lampung Tengah menargetkan techno park dapat meningkatkan produksi padi daerah ini dari lima ton per hektare saat ini, menjadi tujuh ton per hektare.

Sedangkan ubi kayu, Pemkab Lampung Tengah menargetkan peningkatan produksi menjadi 30 hingga 40 ton per hektare, dengan adanya bantuan inovasi teknologi oleh technopark.

Techno Park merupakan suatu kawasan yang membantu perkembangan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan, dengan cara menghimpun komunitas kampus, bisnis, dan organisasi pemerintah dalam satu lokasi.

Program ini merupakan sinergitas dari berbagai pihak yang berkepentingan tersebut, untuk meningkatkan dan mempercepat pengembangan produk yang dapat dipasarkan, selain menambah nilai ekonomi produk tersebut.

Pemerintah mencanangkan pembangunan 100 technopark di seluruh Indonesia, dan untuk mewujudkannya menunjuk BPPT melakukan pendampingan di 8 kabupaten di Indonesia, termasuk Lampung Tengah.

Kabupaten Lampung Tengah dipilih karena pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5 persen dan diikuti pertumbuhan penduduk sebesar 1,2 persen perlu diimbangi dengan kecukupan pangan.

Produksi padi di Lampung Tengah merupakan yang terbesar jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Lampung. Dengan luas lahan 76 ribu hektare, rata-rata per hektare bisa menghasilkan 5,7 ton hingga 5,8 ton padi. Namun, selama ini hanya sekitar 60 ribu hektare yang mendapat irigasi, sisanya sawah tadah hujan.

“Dengan adanya Technopark, sawah di Lampung Tengah bisa teraliri irigasi secara menyeluruh. Peningkatan produksi padi pun lebih cepat dan hasilnya terus bertambah,” katanya.

Program pengembangan ternak sapi juga terus digalakkan selama beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik setempat, pada tahun ini jumlah sapi di Lampung Tengah mencapai 240 ribu ekor. Jika selama ini fokusnya hanya penggemukan, dengan adanya technopark, program penggemukan diharapkan bisa berubah menjadi program pembibitan.

Ia menyebutkan, inovasi dalam berbagai sektor menjadi kunci dalam upaya meningkatkan daya saing daerah untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu lanjutnya, selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Lampung 2014-2019 bahwa visi menuju Lampung maju dan sejahtera 2019 dan misi pertamanya pembangunan ekonomi dan memperkuat kemandirian daerah.

“Technopark merupakan implementasi dari sistem inovasi daerah secara terarah dan berkesinambungan untuk meningkatkan daya saing. Sehingga diharapkan kita dapat menghasilkan produk-produk yang inovatif di segala bidang terutama dalam menghadapi tantangan Masyarakat Ekonomi ASEAN pada 2016,”jelas Sekda.

“Namun dengan perkembangan Technopark yang sedang berjalan saat ini memungkinkan kedepan technopark Lampung Tengah bisa menjadi Technopolitan,” Ujar Adi. (Adv/Ti)

Share Button

Related For Technopark Lampung Tengah Siap Menjadi Technopolitan