http://terbagus.info/wp-content/uploads/2016/01/banner728.jpg
http://niadesain.biz/banner/User.gif

Pembangunan Lampung Tengah Fokus Pada 6 Sasaran Utama

Jumat, April 29th 2016. | Iklan
Lampung Tengah milik potensi lahan basah untuk pengembangan tanaman padi seluas 76.887 Ha

Lampung Tengah milik potensi lahan basah untuk pengembangan tanaman padi seluas 76.887 Ha

Mengacu pada dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Lampung Tengah tahun 2005-2025, dan visi pembangunan Kabupaten Lampung Tengah 2016-2021 yakni “Terwujudnya Lampung Tengah yang aman, maju, sejahtera, dan berkeadilan,” dan kondisi yang berkembang serta pencapaian hasil pembangunan tahun sebelumnya, prioritas pembangunan tahun 2017 fokus pada 6 sasaran utama.

Penentuan prioritas dan sasaran pembanguna dimaksud, melalui pendekatan keterpaduan dan sinkronisasi antar bidang dan urusan bidang pemerintahan dengan program dan kegiatan. Untuk mencapai target dan sasaran sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lampung Tengah telah ditetapkan tema pembangunan yakni “Memacu Pembangunan Infrastruktur dan Ekonomi Untuk Meningkatkan Keamanan, Kesempatan Kerja, serta Mengurangi Kemiskinan dan Kesenjangan Antar Wilayah”.

Untuk mencapai target dan sasaran tersebut, pemerintah Kabupaten Lamupung Tengah, saat ini tengah melakukan penajaman arah dan starategi pembangunan yang akan dilaksanakan. Data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lampung Tengah menyebutkan keenam (6) fokus pembangunan yang menjadi sasaran utama tersebut meliputi;

Pertama ; Pembinaan Ketertiban dan Keamanan serta Wawasan Kebangsaan dengan Menegakkan Supremasi Hukum dan HAM, dengan fokus pada peningkatan pembinaan keagamaan, peningkatan pembinaan wawasan kebangsaan, serta peningkatan pembinaan keamanan lingkungan.

Kedua ; Meningkatkan Pembangunan dan Pembenahan Infrastruktur Wilayah yang Berkualitas, dengan fokus dan sasaran meliputi meningkatnya kualitas infrastruktur prasarana jalan dan irigasi, meningkatnya kualitas infrastruktur prasarana perumahan dan permukiman, serta meningkatnya kualitas infrastruktur perhubungan. Indikator kinerja yang inginkan dicapai pada peningkatan pembangunan dan pembenahan infrastruktur pada tahun 2017  adalah ; kondisi jalan tanah 113,97 Km, kondisi jalan onderlagh 1.825 Km, kondisi jalan penetrasi 740,92 Km, kondisi jalan hot mix 391,16 Km,  jalan kabupaten kondisi baik 61,46 persen.

Sedang indikator pencapaian pembanguan infrastruktur jaringan irigasi primer yang kondisinya baik mencapai 78 persen, jaringan irigasi sekunder yang kondisinya baik mencapai 78 persen, jaringan irigasi tersier yang kondisinya baik sebanyak 30 persen, luas sawah yang mendapatkan pelayanan irigasi mencapai 80,78 persen, jumlah rumah tangga pengguna air bersih mencapai 82,40 persen, rumah tangga yang memiliki rumah layak huni mencapai 67,50 persen, rumah tangga yang menggunakan jamban keluarga sebanyak 80,85 persen.

Ketiga ; Peningkatan Akses dan Kualitas Pelayanan Pendidikan dan Kesehatan, indikator pencapaiannya adalah meningkat dan berkembangannya akses dan mutu pelayanan pendidikan, meningkat dan berkembangnya pengelolaan perpustakaan, meningkatnya derajat kesehatan masyarakat, meningkat dan berkembangnya pelayanan KB dan Keluarga Sejahtera, meningkatnya peran perempuan dan perlindungan terhadap anak. Indikator kinerja yang ingin dicapai diantaranya adalah angka partisipasi sekolah kelompok umur 7-12 tahun sebesar 95,49 persen, umur 13-15 tahun 82,27 persen, dan umur 16-18 tahun mencapai 61,67 persen. Sedang Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/MI 109,58 perse, SLTP/MTs 98,98 persen dan SLTA/MA mencapai 68,25 persen. Angka Partisipasi Murni (APM) diharapkan SD/MI sebesar 95,50 persen, SLTP/MTs 82,27 persen, SLTA/MA sebesar 96,98 persen, lalu angka melek hurup sebesar  96,98 persen.

Sedang pada sektor kesehatan indikator keberhasilan yang diharapkan diantaranya adalah kematian ibu mencapai 18 kasus, kasus gizi buruk 20 kasus, cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan mencapai 82,72 persen, cakupan penanganan gizi buruk mencapai 100 persen, cakupan kunjungan bayi 96,03 persen, prosentase peserta KB aktif diharapkan mencapai 74,14 persen, dan prosentase keluarga prasejahtera sebanyak 24,68 persen.

Keempat ; Penguatan Perekonomian Masyarakat Berbasis Agribisnis yang Didukung oleh Industri yang Berwawasan Lingkungan untuk Mendorong Kedaulatan Pangan, sasaran yang akan dicapai pada tahun 2017 diantaranya meliputi meningkat dan berkembangnya sistim agribisnis dan ekonomi kerakyatan yang didukung dunia usaha. Lalu, meningkat dan berkembangnya sistim ketahanan pangan, meningkatnya produksi pertanian, peternakan dan perikanan, meningkatnya unit usaha industri kecil dan menengah. Juga diharapkan meningkat dan berkembangnya koperasi dan UMKM, serta meningkatnya kemampuan industri berbasis kearifan lokal, dan meningkatnya pengawasan dan pengendalian lingkungan hidup.

Indikator pencapaian kinerja yang diharapkan tahun 2017 diantaranya adalah jumlah komoditas tanaman pangan padi mencapai 906.037 ton, jagung 300.542 ton, ubikayu 2.243.850 ton. Jumlah produksi komoditas hortikultura mencapai 25 perse.  Sedang jumlah populasi ternak yang ingin dicapai Sapi sebanyak 218.011 ekor, Kerbau 3.680 ekor, kambing 207.606 ekor, domba 6.904 ekor, babi 18.257 ekor, ayam ras pedaging 1.726.600 ekor, ayam ras petelur 647.511 ekor dan ayam bukan ras (buras) mencapai 773.070 ekor, itik 88.734 ekor, serta jumlah produksi daging mencapai 19.335,70 ton.

Saat ini luas tanaman kelapa sawit di Lampung Tengah mencapai 92.631,71 Ha

Saat ini luas tanaman kelapa sawit di Lampung Tengah mencapai 92.631,71 Ha, produksi rata-rata pertahun 50.630,57 ton

Di subsektor perkebunan indikator pencapaian yang diharapkan adalah jumlah produksi tanaman perkebunan berupa Kelapa Sawit mencapai 59.316 ton, Kakao 2.975 ton, Karet 4.926 ton, Kopi 288,54 ton, lada dan kelapa dalam masing-masing produksi mencapai 97,23 ton dan 6.429 ton. Pada sektor perikanan diharapkan produksi ikan mencapai 59.842 ton.

Kelima ; Penguatan Inovasi Teknologi, Industri dan Perdagangan selaras dengan Perluasan Kesempatan Kerja serta Pengembangan Ekonomi Kreatif, diantara sasaran yang akan dicapai pada tahun 2017 meliputi, meningkatnya pengembangan sistim inovasi teknologi industri; meningkatnya kemampuan industri berbasis kearifan lokal, meningkat dan berkembangnya perdagangan dan jasa, meningkatnya investasi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN).

Sasaran pencapaian yang diharapkan dengan indikator diantaranya,  jumlah unit usaha kecil dan menengah sebanyak 5.416 unit, jumlah tenaga kerja terserap sebanyak 11.722 orang, nilai produksi mencapai Rp539,79 miliar, jumlah SIUP yang diterbitkan mencapai 12.561 izin.  Lalu jumlah volume ekspor yang diharapkan mencapai 5.674.825 ton, Jumlah Koperasi 634 unit, anggota koperasi mencapai 105.236 orang, dan  jumlah UMKM 4.954 unit.

Keenam ; Penyelenggaraan Pemerintahan yang baik, berkualitas, dan bertanggungjawab, dengan sasaran yang ingin dicapai diantaranya meliputi peningkatan fungsi dan peran lembaga legistlatif, peningkatan kapasitas kebijakan kepala daerah/wakil kepala daerah, dan peningkatan system perencanaan, pengelolaan keuangan dan aset daerah.  Indikator kinerja yang ingin dicapai diantaranya jumlah Perda mencapai 27 perda, jumlah pendapatan asli daerah (PAD) mencapai Rp116.342.550.598,5.

Berdasarkan fokus dan indikator pembangunan yang ingin dicapai pemerintah Kabupaten Lampung Tengah dengan mengoptimalkan semua sektor dan potensi, memberikan banyak peluang bagi peningkatan investasi di daerah ini. Semua investasi tentunya diarahkan pada pengembangan agribisnis yang tidak haus lahan, dan diharapkan mampu menyerap banyak tenaga kerja, mempergunakan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan, yang berorientasi pada pasar domestic maupun ekspor, yang berbasis bahan baku lokal. (Adv/Ti)

 

Share Button

Related For Pembangunan Lampung Tengah Fokus Pada 6 Sasaran Utama