http://terbagus.info/wp-content/uploads/2016/01/banner728.jpg
http://niadesain.biz/banner/User.gif

Meningkatkan Aktivitas Perekonomian Berbasis Agribisnis

Rabu, Januari 6th 2016. | Iklan

Ternak Sapi RakyatSalah satu strategi dan arah kebijakan daerah dalam rangka pembangunan Kabupaten Lampung Tengah adalah meningkatkan aktivitas perekonomian berbasis agribisnis yang berorientasi ekonomi kerakyatan yang didukung oleh dunia usaha.

Arah kebijakan pembangunan ini, tentunya untuk meningkatkan kondisi perekonomian Lampung Tengah dalam upaya memperkuat ketahanan perekonomian daerah dari tekanan eksternal. Data BPS menyebutkan pertumbuhan ekonomi Lampung Tengah tahun 2016 diperkirakan masih berada pada kisaran 6,01%- 6,47%. Dengan perkiraaan kisaran pertumbuhan ekonomi tersebut, pemerintahan yang baru sudah sepatutnya melakukan upaya peningkatan perekonomian Kabupaten Lampung Tengah.

Diantara upaya peningkatan yang dilakukan, berupa penguatan ekonomi melalui revitalisasi pertanian berkelanjutan yang berwawasan lingkungan untuk mendorong kedaulatan pangan, dengan pengembangan sistim pertanian berbasis agribisnis dan ekonomi kerakyatan yang didukung dunia usaha, serta meningkat dan berkembangnnya koperasi dan usaha mikro kecil menangah (UMKM).

Pembangunan daerah akan lebih efektif apabila bertumpu pada kompetensi dasar dan kemampuan sumber daya manusia yang dimiliki Lampung Tengah. Berdasarkan prosentase jumlah penduduk yang menggantungkan mata pencahariannya di sektor pertanian masih lebih mendominasi, oleh karena itu pembangunan di Lampung Tengah harus tetap bertumpu pada sektor pertanian. Pengembangannya kedepan dilakukan dengan pendekatan agribisnis, sehingga pengembangan sektor pertanian sudah berorientasi bisnis yang mampu meningkatkan nilai tambah dan keuntungan bagi petani.

”Agar pembangunan sektor pertanian dengan pendekatan agribisnis mampu memperkuat perekonomian daerah dan ekonomi rakyat, pengembangan koperasi, UMKM harus didukung oleh dunia usaha dan sistim perdagangan dan industri yang tangguh,” ungkap Kabid Perekonomian Bappeda Lampung Tengah Clistofan Apriansyah, ST, M.Eng.

Strategi dan arah kebijakan pembangunan sektor pertanian dengan pendekatan agribisnis sebagai upaya meningkatkan dan mengembangkan agribisnis yang berdaya saing. Hal tersebut, tentunya melihat pembangunan pertanian telah megalami perubahan akibat dari globalisasi, dimana makin terbukanya pasar dan meningkatnya persaingan. Sehingga tuntutan kebijakan pertanian cenderung berlandaskan pada mekanisme pasar, dan semakin berperannya selera konsumen dalam menentukan aktivitas di sektor pertanian.

”Sektor pertanian di Lampung Tengah masih memiliki potensi untuk ditingkatkan apabila berhasil menangani kendala-kendala seperti produktivitas, efesiensi usaha, konversi lahan pertanian, keterbatasan sarana dan prasarana pertanian, serta terbatasnya kredit infrastruktur pertanian,”katanya.

Pengembangan Agribisnis

Beragam benih padi produksi P4S Sama Maju Punggur Lampung TengahBeragam potensi di sektor pertanian dan kehutanan masih bisa dikembangkan dengan pendekatan agribisnis. Pengembangan investasi di sektor pertanian akan memberikan multiplyer effect yang besar, dibanding dengan menanamkan modal di sektor non pertanian.

Potensi sektor pertanian yang dapat dikembangkan melalui investasi di sub sektor tanaman pangan, diantaranya industri pembenihan padi, unit pengolahan beras, dan pengembangan jaringan pemasaran. Peluang investasi di sub sektor tanaman pangan ini di dukung oleh potensi lahan basah di Lampung Tengah mancapai 76.887 Ha, dan lahan kering yang cocok untuk pengembangan tanaman pangan dan hortikultura mencapai 125.451 Ha. Sentra pengembanganya berada di Kecamatan Gunung Sugih, Punggur, Kota Gajah, Seputih Raman, Seputih Mataram, Pubian, Sendang Agung, Terbanggi Besar, Padang Ratu, dan Kecamatan Trimurejo.

Sedang peluang investasi di sub sektor perkebunan berupa agroindustri pengolahan minyak sawit atau pabrik CPO (crude Palm oil). Lalu agroindustri pengolahan biji sawit, bungkil sawit dan makanan ternak. Tahun 2014, luas tanaman sawit di Lampung Tengah mencapai 19.154,75 Ha, dengan produksi 58.288 ton. Peluang investasi di sub sektor perkebunan ini didukung oleh potensi lahan kering di Lampung Tengah yang mencapai sekitar 225.111,26 Ha. Sentra pengembangan kawasan produksi tanaman perkebunan, seperti kakao, kelapa sawit, karet, kelapa dalam Kopi, tersebar di beberapa kecamatan di wilayah barat Lampung Tengah yakni Kecamatan Bangun Rejo, Kalirejo, Anak Tuha, Pubian, Sendang Agung dan Kecamatan Padang Ratu.

Di sub sektor peternakan, peluang investasi yang dapat dikembangkan berupa pebangunan rumah potong hewan dan cold storage, serta agroindustri berbasis sapi potong seperti industri pengolahan dan pengalengan daging, dan agroindustri pakan ternak. Masih besarnya peluang investasi di sub sektor peternakan, karena Lampung Tengah memiliki potensi yang cukup besar untuk pengembangan ternak besar maupun ternak kecil.

Lampung Tengah merupakan lumbung ternak, sekitar 70% pengembangan sapi di Provinsi Lampung ada di daerah ini mencapai 205.986 ekor. Sentra wilayah pengembangan ternak sapi antara lain di Kecamatan Terbanggi Besar, Punggur, Seputih Banyak, Rumbia, Seputih Agung, Padang Ratu, dan Kecamatan Bumi Nabung.

Meskipun Lampung Tengah tidak memiliki wilayah laut dan pantai, bukan berarti daerah ini tidak mampu mengembangkan sektor perikanan. Peluang investasi agribisnis sub sektor perikanan di Lampung Tengah yang dapat dikembangkan diantaranya meliputi; agroindustri berbasis perikanan seperti ikan asap, ikan asin, dan pengalengan ikan. Lalu, pembangunan pabrik es dan cold storage, dan indstri pembenihan ikan dan udang. Beberapa varian makanan olahan ikan lele pun telah diproduksi Poklahsar Winaka Kecamatan Kota Gajah, meliputi nugget lele, bakso lele, krispy lele, keripik kulit lele, keripik tulang lele, abon lele. Winaka juga menerima pesanan olahan lainnya seperti sate lele, dawet lele, donat lele.

Potensi Perikanan yang dimiliki Kabupaten Lampung Tengah meliputi; perikanan laut di Kecamatan Bandar Surabaya, produksi perikanan tangkap mencapai 3.643,155 ton dengan jenis ikan kakap. Bawal, kembung, dan jenis ikan laut lainnya. Perikanan umum/budidaya di Kecamatan Sendang Agung, Kalirejo, Kota Gajah, Seputih Raman, dengan jenis ikan yang dihasilkan ikan gabus, baung, tembakang, lele dan sepat.

Potensi ekonomi dari bisnis sub-sub sektor pertanian di Kabupaten Lampung Tengah boleh dikatakan cukup menjanjikan. Apalagi permintaan pasar, baik lokal maupun regional khususnya warga perkotaan belum sepenuhnya terpenuhi, tentu ini peluang emas yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Adv/Ti

Share Button

Related For Meningkatkan Aktivitas Perekonomian Berbasis Agribisnis