http://terbagus.info/wp-content/uploads/2016/01/banner728.jpg
http://niadesain.biz/banner/User.gif

Lampung Tengah Target Kembangkan 30 Ha Bawang Merah

Rabu, Februari 10th 2016. | Iklan

Tanaman Bawang Merah Kelompok Tana Krida Tani 1 KotagajahBawang merah, termasuk salah satu dari 11 komoditas pangan strategis yang menjadi program pertanian dan pengembangannya diarahkan kepada pencapaian kedaulatan pangan, sesuai dengan nawa cita Presiden RI Joko Widodo.

Kabupaten Lampung Tengah, merupakan daerah yang sangat potensial bagi pengembangan bawan merah. Keinginan untuk menjadikan daerah ini menjadi salah satu kabupaten yang mengembangkan bawang merah di Provinsi Lampung, telah dimulai di Kecamatan Kotagaja dan Kecamatan Pubian.

Menurut Kabid Hortikultura Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Lampung Tengah A. Rifa’i, Kecamatanan Kotagajah dan Kecamatan Pubian akan menjadi pilot proyek pengembangan bawang merah. Sedang untuk memenuhi kebutuhan bibit bawang merah, Kotagajah akan menjadi sentra penangkar bibit bawang merah, hal ini untuk memastikan ketersediaan bibit bawang merah di Lampung Tengah, karena kebutuhan bibit bawang merah sangat di pengaruhi harga yang terbilang cukup mahal. Pihaknya, akan terus mendorong petani agar pengambangan tanaman bawang merah di Lampung Tengah benar-benar bisa berhasil, sekaligus menjadi komoditas baru yang menjadi andalan daerah Lampung. ”Kecamatan Kotagajah juga diproyeksikan sebagai sentra bibit bawang merah, sedang Kecamatan Pubian menjadi pengembangan tanaman bawang merah. Luas tanaman bawang merah di dua wilayah ini di rencanakan mencapai 30 Hekater,”kata Rifa’i.

Pengembangan bawang merah di Kotagajah, kata Rifa’i, dipastikan tidak akan mengganggu target pencapaian produksi padi, karena tanaman bawang merah akan memaksimalkan pemanfaatan lahan yang tidak terairi oleh jaringan irigasi. Selama ini Kecamatan Kotagajah maupun Kecamatan Pubian telah dua kali mendapatkan anggaran untuk pengembangan bawang merah. Di Kecamtana Pubian, pengambangan tanaman bawang merah, baik yang menggunakan APBN maupun APBD Provinsi Lampung, hasilnya masih belum memuaskan, karena anggaran yang diberikan tidak tepat waktu. ”Anggaran yang diberikan untuk pengembangan bawang merah diterima disaat menjelang musim penghujan, padahal sebaiknya tanaman bawang merah dikembangkan menjelang musim kemarau atau menjelang akhir musim kemarau,”katanya.

Sementara pengembangan tanaman bawang di Kecamatan Kotagajah terbilang berhasil. Pada musim tanam gadu tahun 2015 lalu, Kelompok Tani Krida Tani 1 Kecamatan Kotagajah yang beranggotakan 20 orang ini berhasil mengembangkan tanaman bawang merah di atas lahan seluas 10 Ha. Walaupun bawang merah merupakan komoditas baru, mereka mampu memanen bawang merah sekitar 40 ton, atau rata-rata 1 ton per seperempat Ha. Kedepan, mereka berkeyakinan masih mampu meningkatkan produksi bawang merah yang lebih baik lagi.

Tenaman Bawang Merah Kelompok Tani Krida Tani 1 Kotagajah Lamteng

Agar bisa menjadi penangkar benih bawang merah yang memenuhi standar dan bersetifikat, tahun 2016 ini Ketua Kelompok Tani Krida Tani 1 Kotagajah, Zainuri, mengikuti pelatihan penangkar bawang merah. Aanggota Kelompok Tani Krida Tani I Kotagajah, kini antusia mengembangkan tanaman bawang merah, karena mereka melihat prospek budidaya bawang merah cukup baik dikembangkan di wilayahnya. Jika pada awalnya pengembangan bawang merah masih sebatas coba-coba, kini tanpa ragu dan tanpa menunggu program pemerintah petani sudah menanam bawang merah secara mandiri. Saat ini sudah ada 2 Ha tanaman bawang merah varietas lokal “Bima” dari Brebesa Jawa Tengah yang di kembangkan petani secara mandiri, tanpa ada bantuan benih dari pemerintah.

” Saat ini kami sudah ditetapkan sebagai penangkar bawang merah dan menjadi salah satu daerah sentra bawang merah di Provinsi Lampung. Kami bertekad menjadikan Lampung Tengah sentra bawang merah di Lampung” kata Ketua Kelompok Tani Krida Tani 1 Zainuri.

Benih yang dipilih petani, kata dia, tetap varietas lokal Bima Brebes, karena varietas bawang ini mempunyai usia tanam antara 50-55 hari sudah siap dipanen dengan produksi bisa mencapai 10 ton per Ha umbi kering. Sedang untuk modal usaha penanaman bawang merah, kata Zainuri, relative terjangkau dengan hasil yang tidak mengecewakan petani, dengan catatan petani harus melakukan perawatan tanaman dengan baik. ”Kedepan kami sangat berharap ada perhatian serius pemerintah, termasuk memberikan bantuan sumur bor untuk mendukung intensitas produksi bawang merah seperti di Jawa. Saat ini bawang Kota Gajah sudah terkenal di beberapa pasar di Lampung,”katanya.

Sedang untuk menjaga stabilitas harga bawang merah di tingkat petani dari permainan tengkulak, menurut Zainuri, sudah ada strategi yang disepakati. Petani sudah sepakat penjualan bawang merah dilakukan dalam pola satu pintu. Dengan pola ini, tengkulak harus mengikuti harga yang disepakati petani, bukan petani mengikuti harga yang di tetapkan tengkulak. Sedang untuk menjaga ketersediaan bawang merah secara kontinyu, juga disepakati pola tanam berkesinambungan dengan jedah waktu tanaman antar petani satu minggu. ”Kami sepakati pola tanam bawang merah tidak serentak, melainkan secara berkala dengan jedah waktu seminggu antara petani satu dengan yang lainnya. Ini untuk menjaga ketersediaan bawang selalu ada sekaligus menjaga harga tetap tinggi di tingkat petani,”kataya. (Adv/Ti)

Share Button

Related For Lampung Tengah Target Kembangkan 30 Ha Bawang Merah