http://terbagus.info/wp-content/uploads/2016/01/banner728.jpg
http://niadesain.biz/banner/User.gif

Koperasi Pendorong Pengembangan Ekonomi Kerakyatan

Senin, Maret 21st 2016. | Iklan

Kerupuk Tepung Tapioka Produksi KWT Sekar Kantil Punggur

Kerupuk Tepung Tapioka Produksi KWT Sekar Kantil Punggur

terbagus.info – Industri makanan kecil berbasis potensi lokal banyak berkembang di Kabupaten Lampung Tengah, memberikan kontribusi yang cukup besar bagi pendapatan petani dan pertumbuhan ekonomi daerah ini. Akan makin berkembang bila kegiatan ekonomi masyarakat tersebut mendapat perhatian serius dalam pembinaannya. Berkembangnya koperasi dan UMKM di Lampung Tengah tentunya sama halnya telah merampungkan sebagian persoalan yang dihadapi masyarakat, karena akan berdampak kepada pertumbuhan ekonomi, kesempatan kerja, peningkatan devisa negara, dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Untuk mewujudkan tujuan pembangunan ekonomi kerakyatan terutama industri kecil dan UMKM kebijakan yang strategis adalah memaksimalkan peran Dinas Koperasi dan UMKM Lampung Tengah dalam memperbesar peran koperasi. Koperasi merupakan badan usaha di pedesaan dan pelaksana penuh sistim pemasaran produk yang dihasilkan UMKM. Disisi lain koperasi juga merupakan pedagang perantara dari produk yang di hasilkan anggotanya yakni industri kecil dan industri rumah tangga, sehingga koperasi berfungsi sebagai pemasaran produk UMKM.

Koperasi juga berperan dalam pengendalian mutu sesuai dengan permintaan dan kebutuhan pasar. Koperasi juga berperan sebagai media informasi pasar termasuk menyangkut peluang pasar, perkembangan harga, dan daya beli pasar. Melalui informasi pasar, koperasi harus dapat menciptakan peluang pasar produk-produk UMKM, sehingga pengusaha kecil tidak ragu untuk melakukan kegiatan usahanya karena ada jaminan dari koperasi bahawa produk mereka akan ditampung.

Peran koperasi juga sebagai penyedia kredit yang diperoleh dari lembaga perkreditan dan pengusaha. Pemberian kredit kepada UMKM dan industri rumah tangga didasarkan pada bentuk usaha yang mengembangkan komoditi potensial dan mempunyai peluang pasar yang baik. Kegiatan usaha ini tentunya akan menimbulkan multi palier effect ekonomi dalam kehidupan masyarakat. Harus diakui, industri kecil dan industri rumah tangga sebagai unit usaha di pedesaan yang dapat menciptakan peluang usaha dalam kegiatan ekonomi, sehingga menyebabkan meningkatnya pendapatan masyarakat.

Isu Strategis

Isu utama dalam pengembangan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Lampung Tengah, diantarnya meliputi pengembangan kewirausahaan serta keunggulan kompetitif UMKM. Lalu, pengembangan sistim pendukung usaha bagi UMKM untuk meningkatkan akses pasar yang lebih luas dan berorientasi eskpor. Serta meningkatkan kualitas kelembagaan koperasi dan peningkatan dan pengembangan infrastruktur wilayah perkampungan, sentra produksi, transportasi, telekomunikasi dan energi lsitrik.

Secara umum keberhasilan pembangunan bidang koperasi dan UMKM di Kabupaten Lampung Tengah dapat di lihat dari pertumbuhan koperasi dan UMKM. Jumlah koperasi pada tahun 2014 mencapai 609 unit, atau mengalami kenaikan 3,44 persen dibanding tahun 2013 sebanyak 588 unit koperasi, dengan volume usaha dari Rp209.601.984.000 pada tahun 2013 meningkat menjadi Rp561.636.566.000. Namun diakui, dari jumlah koperasi tersebut yang aktif sekitar 366 koperasi atau sekitar 60 persen.

Menurut Kabid Koperasi Dinas Koperasi dan UMKM Lampung Tengah Bujang Dani, banyaknya koperasi yang tidak aktif adalah dampak dari banyak lahirnya koperasi pertanian (Koptan), Kopnak dan Kopbun pada awal reformasi lalu, yang saat ini tidak aktif lagi, sedangkan secara kelembagaan koperasi tersebut tidak bisa di bubarkan begitu saja. ”Pembuburan koperasi harus melalui prosudur yang cukup lama, mulai dari melakukan verifikasi hingga keputusan pengadilan. Artinya untuk menghapus koperasi tidak aktif yang begitu banyak, selain butuh waktu juga butuh biaya yang tidak sedikit,”kata Bujang Dani.

Sementara jumlah UMKM tahun 2014 mencapai 5.281 unit atau naik sebesar 5,3 persen dibanding tahun 2013 sebanyak 4.954 unit. Kenaikan ini di dukung oleh peningkatan pengembangan UMKM. Tenaga kerja yang bergerak di sektor UMKM juga mengalami kenaikan sebanyak 11.362 orang pada tahun 2014 atau naik 4,1 persen dibanding tahun 2013 yang mencapai 10.915 orang.

Pengembangan Koperasi dan UMKM ini masih dapat ditingkatkan, dengan memaksimalkan pembinaan UMKM yang banyak berkembang dalam pengolahan beragam makan kecil di sektor pertanian yang dilakukan oleh kelompok wanita tani (KWT). Pengembangan sektor industri pengolahan dan kerajinan ini, erat kaitannya dengan pemberdayaan sumberdaya manusia (SDM), permodalan, serta kelembagaan dan lingkungan sekitar.

Menurut Bujang Dani, masih banyak potensi UMKM yang bisa dikembangkan melalui lembaga Koperasi yang tersebar di beberapa dinas terkait yang membutuhkan political well. Untuk memudahkan pembinaan pengembangannya agar tidak ada ego sektor, kata dia, dibutuhkan satu lembaga yang mampu mengkordinasikan semua kegiatan usaha kecil yang ada di beberapa dinas tersebut. ”Tugas lembaga ini adalah mengkordinasikan potensi pengembangan ekonomi yang ada di dinas-dinas untuk menghilangkan ego sektor. Termasuk pengembangan pemasaran, penguasaan teknologi informasi, serta tata laksana kopresai dan UMKM serta permodalan UMKM,”katanya.

Industri makanan kecil berbasis potensi lokal yang ada di Kabupaten Lampung Tengah pada umumnya adalah usaha industri kecil yang memanfaatkan dan mengolah hasil pertanian yang ada di wilayah sekitar. Sebagian besar makanan kecil ini di kembangkan oleh kaum wanita termasuk KWT. Beragam makanan kecil yang berkembang di Lampung Tengah meliputi, keripik singkong, kerupuk kemplang, kerupuk kulit sapi, emping melinjo, keripik pisang, marning jagung, keripik ubi jalar, sambel pecel, telur asin dan kelanting serta dodol nanas.

Untuk mengatasi masalah pemasaran produk UMKM yang dialami oleh pengerajin makan ringan, perlu dipikirkan paradigma baru dalam mengatasi masalah tersebut. Salah satu alternative pemecahannya adalah pemberdayaan lembaga ekonomi pedesaan yakni koperasi. Pengembangan UMKM perlu dibentuk koperasi, masalah yang dihadapi oleh pengusaha kecil di daerah dapat teratasi, tanpa koperasi usaha kecil sangat sulit untuk berkembang. (Adv/Ti).

Share Button

Related For Koperasi Pendorong Pengembangan Ekonomi Kerakyatan