http://terbagus.info/wp-content/uploads/2016/01/banner728.jpg
http://niadesain.biz/banner/User.gif

Kembangkan Potensi Lokal Tingkatkan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, Februari 23rd 2016. | Iklan

Peternakan rakyat Lampung TengahPemerintahan baru Kabupaten Lampung Tengah, di bawah kepemimpinan pasangan Bupati Mustafa dan Wakil Bupati Loekman Djojosoemarto, dihadapkan pada tantangan yang cukup berat dalam meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, di tengah pertumbuhan ekonomi yang melambat dan berlakunya pasar bebas masyarakat ekonomi Asean (MEA) .

Diantara persoalan tersebut, adalah kondisi pemberdayaan dan pembangunan usaha ekonomi kerakyatan di Kabupaten Lampung Tengah sampai saat ini bisa dianggap belum efektif dan berkesinambungan, serta berjalan sangat lambat. Hal ini dapat dilihat dari kontribusi berbagai usaha koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah terhadap pembentukan nilai tambah pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) masih relative kecil.

Jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pada tahun 2014 mencapai hampir 5.218 unit, dengan serapan tenaga kerja mencapai 11.362 orang. Data BPS menyebutkan jumlah unit UMKM dan serapan tenaga kerja tersebut meningkat masing-masing 5,06 persen dan 3,93 persen dibandingkan posisi tahun 2013. Tentunya, pembangunan 5 tahun kedepan pemerintahan yang baru perlu melakukan identifikasi potensi dan strategi pengembangan ekonomi kerakyatan Kabupaten Lampung Tengah, yang diarahkan untuk dapat memanfaatkan potensi lokal, meningkatkan kemampuan kelembagaan ekonomi dan meningkatkan pengembangan usaha ekonomi kerakyatan.

Langkah yang harus di tempuh setidaknya antara lain, mengidentifikasi sektor-sektor yang mempunyai potensi untuk dikembangkan dengan memperhatikan kekuatan dan kelemahan masing-masing sektor. Juga mengidentifikasi sektor-sektor yang potensinya rendah untuk dikembangkan dan mencari faktor penyebabnya. Serta, menentukan alternative strategi untuk mengembangkan sektor ekonomi kerakyatan yang dapat menarik sektor lain untuk tumbuh sehingga perekonomian dapat dikembangkan. Sehingga, kebijakan pembangunan tidak lagi terjebak pada target keberhasilan dalam deret angka diatas kertas, melainkan bertumpu pada indikator yang jelas dan terukur.

Diakui, saat ini berbagai potensi Kabupaten ini dapat ditingkatkan pengembangannya untuk ekonomi masyarakat, khususnya pengembangan sektor pertanian yang menjadi andalan daerah ini melalui pembangunan ekonomi kerakyatan. Pembangunan ekonomi kerakyatan harus diartikan sebagai sistim ekonomi yang berbasis pada kekuatan ekonomi rakyat, atau usaha yang dilakukan oleh rakyat dengan cara swadaya mengelola sumber ekonomi apa saja yang dapat diusahakan, yang disebut UMKM. Pengembangan potensi UMKM harus memberikan nilai tambah bagi pengembangan sektor pertanian tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan, serta industri dan perdagangan.

Pengembangan Potensi

Sikap optimisme tentunya dapat menjadi penyemangat dalam mengoptimalkan pembangunan di semua sektor untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berbagai peluang ekonomi masih dapat dikembangkan di Lampung Tengah. Di sektor pertanian, Kabupaten Lampung Tengah saat ini memiliki potensi lahan basah dan potensi lahan kering yang cocok untuk pengembangan tanaman pangan dan hortikultura mencapai 125.451 Ha. Komoditas pertanian tanaman pangan unggulan yang berpotensi dikembangkan meliputi padi, jagung, kedelai dan ubikayu, sedangan komoditas hortikultura tanaman semusim yang berpotensi dikembangkan antara lain cabai, nanas, buah naga, dan bawang merah.

Produksi padi di daerah ini dalam 5 tahun terakhir terus mengalami peningkatan mencapai 27,40 persen atau 623.779 ton pada tahun 2010 menjadi 794.713 ton pada tahun 2014. Sementara produksi ubi kayu sedikit mengalami penurunan sekitar 29,71 persen yakni dari 3.287.511 ton tahun 2010 menjadi 2.310.815 pada tahun 2014. Produksi jagung juga ikut mengalami penurunan sekitar 41.74 persen yaitu dari 514.994 ton di tahun 2010 menjadi 300.049 ton pada tahun 2014. Sedang komoditas hortikultura berupa nanas, buah naga dan bawang merah merupakan komoditas baru yang berpotensi untuk dikembangkan lebih baik lagi.

Peningkatan produksi padi dipengaruhi oleh luas panen dan produktivitas yang cenderung meningkat dari tahun ketahun. Penurunan produksi ubikayu dan jagung dikarenakan penurunan luasan tanam, hal ini dipengaruhi oleh adanya alih komoditi yang dikembangkan pada lahan kering, dari komoditi tanaman pangan menjadi lahan perkebunan seperti sawit, karet dan tebu.

Potensi jagung di Lampung Tengah

Pada sektor perkebunan, Lampung Tengah memiliki lahan kering yang potensial untuk pengembangan tanaman perkebunan sekitar 225.111,26 Ha. Komoditas yang berpotensi dikembangkan antara lain kelapa sawit, kelapa dalam, kakao, kopi, lada, karet dan wijen. Peningkatan produksi tanaman perkebunan harus dikembangkan kawasan sentra tanaman perkebunan rakyat. Keberhasilan pengembangan kawasan sentra produksi tanaman perkebunan ini akan sangat mendukung keberhasilan peningkatan produksi dan perkembangan berbagai komoditas ungggulan perkebunan.

Luas areal tanaman kelapa sawit tahun 2010-2014 mencapi 92.631,71 Ha, dengan produksi 253.152,83 ton atau rata-rata produksi pertahun sebesar 50.630,57 ton. Luas tanaman kelapa dalam mencapai 43.431,25 Ha, dengan total produksi 42.215,05 ton, tanaman kakao luas areal mencapai 23.306,35 Ha dengan total produksi mencapai 16.345,68 ton, dan tanaman kopi luas areal mencapai 5.846,40 Ha, dengan total produksi 3.483,33 ton serta lada luas areal tanam mencapai 1.409 Ha, dengan total produksi 1.301 ton. Sedang tanaman karet luas areal mancapai 42.333,48 Ha dengan total produksi 15.404,23ton atau rata-rata produksi pertahun sekitar 3.080,85 ton.

Kabupaten Lampung Tengah, memiliki potensi yang sangat besar bagi pengembangan sektor peternakan besar maupun kecil, seperti sapi, kerbau dan kambing. Potensi pengembangan ternak ini didukung oleh ketersediaan pakan yang cukup besar baik hijauan berupa rumput, daun jagung, pucuk daun tebu, jerami padi, maupun limbah nanas, kulit kakao, dan limbah ubih kayu atau onggok.

Produksi populasi ternak terus mengalami peningkatan selama 5 tahun terakhir (2010-2014). Total populasi sapi dari 152.206 ekor pada tahun 2010 menjadi 205.986 ekor tahun 2014, ternak kerbau terjadi penurunan 19,5 persen dari 7.323 ekor menjadi 5.928 ekor. Penurunan populasi kerbau disebabkan meningkatnya permintaan kerbau yang keluar daerah sedang pengembangbiakannya lambat akibat dari kurangnya pejantan unggul, straw dan padang penggembalaan.

Sektor perikanan, juga mempunyai potensi yang cukup besar untuk dikembangkan, mulai dari budi daya hingga makanan olahan berbahan baku ikan. Potensi sektor perikanan dapat dilihat dari perkembangan produksi perikanan seperti kolam, perairan umum, parairan laut, keramba, minapadi maupun tambak. Produksi perikanan di Kabupaten Lampung Tengah tahun 2010-2014 mencapai 285.418,66 ton atau rata-rata produksi pertahun sebesar 57.083,73 ton.

Disisi perindustrian dan perdagangan, Lampung Tengah memiliki potensi yang cukup besar di sektor ini. hal ini karena didukung ketersediaan bahan baku yang cukup, terutama industri yang bergerak di bidang agrobisnis. Tahun 2010-2014 terdapat 5.506 unit usaha industri atau rata-rata setiap tahun bertambah 31 unit industri. Sedang, total investasi 2010-2014 sebesar Rp534,03 milyar dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 36.237 orang. Sementara, dari sisi perdagangan, tahun 2010-2014 volume ekspor produk yang berasal dari Kabupaten Lampung Tengah mencapai 1.295.710,29 ton atau rata-rata 107,97 ton pertahun. Demikian juga nilai ekspor terjadi peningkatan dari 554.370.501,04 US$ tahun 2010 menjadi 602.365.744,94 US$.

Melihat perkembangan potensi yang dimiliki Lampung Tengah, tentunya kata kunci keberhasilan pembangunan di daerah ini sangat bertumpu kepada kompetensi dan kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki. Berdasarkan prosentase, jumlah penduduk Lampung Tengah yang bergerak di sektor pertanian mencapai 75 persen lebih, yang kontribusinya cukup signifikan terhadap pertumbuhan PDRB dan penurunan kemiskinan. Oleh karena itu pembangunan di Lampung Tengah harus tetap bertumpu pada sektor pertanian, namun pengembangannya harus dilakukan dengan pendekatan agribisnis, sehingga tidak parsial dan pragmatis yang terbatas pada peningkatan produksi, melainkan juga pada peningkatan nilai tambah dan keuntungan bagi petani.(Adv/Ti)

Share Button

Related For Kembangkan Potensi Lokal Tingkatkan Ekonomi Kerakyatan