http://terbagus.info/wp-content/uploads/2016/01/banner728.jpg
http://niadesain.biz/banner/User.gif

IPM Lampung Tengah Peringkat Tiga Provinsi Lampung

Rabu, April 27th 2016. | Iklan
Sapi Peternakan Rakyat

Sapi Peternakan Rakyat

Indikator kinerja makro yang digunakan untuk mengukur keberhasilan pembangunan secara menyeluruh dapat dilihat dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Data PDRB akan menggambarkan potensi sekaligus kemampuan suatu daerah mengelola sumber daya alam dan faktor produksi tersedia. Sedang keberhasilan pembangunan ekonomi suatu daerah dilihat dari laju pertumbuhan ekonomi.

Secara umum perkebangan hasil pembangunan Kabupaten Lampung Tengah dapat dilihat dari beberapa indikator makro, seperti perkembangan PDRB, laju pertumbuhan ekonomi, pendapatan perkapita, serta indek pembangunan manusia (IPM). PDRB Lampung Tengah (Lamteng) berdasarkan harga konstan Tahun 2015 sebesar Rp38,75 trilyun lebih atau meningkat sebesar 5,68 persen dibanding Tahun 2014 yang sebesar Rp36,67 trilyun lebih.

PDRB berdasarkan harga berlaku mencapai Rp48,60 trilyun lebih atau meningkat sebesar 9,81 persen dibanding Tahun 2014 yang sebesar Rp44,26 trilyun leih. Pendapatan per kapita atas dasar harga berlaku penduduk Kabupaten Lampung Tengah pada Tahun 2015 sebesar Rp39,22 juta lebih   atau meningkat 8,75  persen dibanding Tahun 2014 sebesar Rp36,06 juta lebih

“Indek Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lampung Tengah mencapai 67,07 persen, menempati ranking ke 3 di Propinsi Lampung,” ungkap Bupati Lampung Tengah Mustafa.

Arah kebijakan umum pemerintah daerah Kabupaten Lampung Tengah  (Pemkab Lamteng) Tahun Anggaran 2015 mengacu kepada Peraturan Daerah Nomor 9   tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2011-2015 dengan visi pembangunan :“Terwujudnya Lampung Tengah sebagai “Bumi Agribisnis” yang Maju, Aman, Sejahtera, dan Berwawasan Lingkungan dengan Pelayanan Publik yang Berkualitas PRIMA”.

Dalam hal pengelolaan keuangan daerah, pemerintah daerah mengacu kepada kententuan perundang-undangan yang berlaku, yang implementasi pengelolaan keuangan daerah tersebut diwujudkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah,  yang dibahas dan disetujui bersama antara pemerintah daerah dan DPRD serta ditetapkan dengan peraturan daerah.

Pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Lampung Tengah tahun 2015, dapat dilihat dari capaian pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan daerah. Pendapatan daerah tahun  2015 ditargetkan sebesar Rp2,04 trilyun lebih dengan realisasi sebesar Rp 2,02 trilyun lebih atau 98,81 persen dari target yang ditetapkan.

Realisasi pendapatan tersebut berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp16,34 milyar lebih, Dana Perimbangan  sebesar Rp1,37 trilyun lebih, serta Lain-lain Pendapatan Yang Sah mencapai Rp 529,60 milyar lebih.

Pada sisi belanja daerah tahun 2015 ditargetkan sebesar Rp2,18 trilyun lebih dengan realisasi sebesar Rp1,89 trilyun lebih.atau 87,08 persen dari target yang ditetapkan. Realisasi belanja tersebut dipergunakan untuk belanja tidak langsung sebesar Rp1,27 trilyun lebih  yang digunakan untuk belanja gaji pegawai, belanja hibah, belanja bantuan sosial, belanja bantuan keuangan pemerintah propinsi dan desa, serta belanja tak terduga.

”Belanja Langsung sebesar Rp622,85 milyar lebih yang dipergunakan untuk membiayai pelaksanaan program dan kegiatan pada 26 bidang urusan wajib dan 8 bidang urusan pilihan,”tegas Bupati.

Pada sisi penerimaan pembiayaan daerah ditargetkan sebesar Rp 168,95 milyar lebih  dengan realisasi sebesar Rp142,45milyar lebih. Realisasi tersebut berasal dari SILPA Tahun anggaran 2014. Sedang dari sisi pengeluaran pembiayaan ditargetkan sebesarRp36,33 milyar lebih dengan realisasi sebesar Rp 35, 50 milyar lebih. Realisasi tersebut dipergunakan untuk pembayaran pokok utang.

Terkait dengan penyelenggaraan urusan desentralisasi, Pemkab Lamteng secara umum  telah dilaksanakan secara optimal baik urusan wajib yang berjumlah 26 bidang urusan, maupun urusan pilihan yang berjumlah 8 bidang urusan, tentunya sesuai  dengan kondisi dan kemampuan keuangan daerah.

Prioritas pembangunan pada tahun 2015, di bidang pendidikan, secara umum dapat dilihat dari angka partisipasi sekolah (APS) berdasarkan kelompok umur yaitu kelompok umur 7-12 tahun mencapai 95,49  persen. Kelompok umur 13 -15 tahun mencapai 82,27  persen dan  kelompok umur 16 – 18 tahun mencapai 61,67 persen. Sedang angka partisipasi kasar berdasarkan tingkatan sekolah yaitu tingkat SD mencapai 109,58 persen, tingkat SMP mencapai 98,98 persen dan tingkat SLTA mencapai68,25 persen. Angka partisipasi murni (APM) berdasarkan tingkatan sekolah yaitu tingkat SD mencapai 95,50 persen. Tingkat SMP mencapai 82,27 persen, Tingkat SLTA mencapai 61,58 persen.

Keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan, secara umum dapat dilihat dari angka kematian bayi yang mencapai 3,85 per 1000 kelahiran hidup, kasus kematian ibu sebanyak 63 Per 100.000 kelahiran hidup dan kasus gizi buruk sebanyak20 kasus.

Pada tahun 2015 pembangunan bidang pekerjaan umum (prasarana jalan) telah dilaksanakan pembangun jalan onderlaag sepanjang  77,06 km, Peningkatan Jalan sampai  dengan hotmix 156,87 km, pemeliharaan jalan sepanjang 19,61 km, pembangunan jembatan sebanyak 18 unit, serta talud, siring dan plat dekker. ”Sampai dengan saat ini kondisi jalan Kabupaten 62,72persen kondisi baik. Hal ini tentunya perlu menjadi perhatian kita bersama untuk berupaya meningkatkan kondisi jalan yang ada di Kabupaten Lampung Tengah,”kata Mustafa.

Secara umum pelaksanaan pembangunan  bidang pertanian keberhasilannya dapat dilihat dari beberapaindikator yakni;  produksi tanaman pangan seperti padi meningkat sebesar 12,19 persen menjadi 906 ribu ton lebih. Ubi Kayu mencapai 2,24 juta ton lebih dan produksi jagung mencapai 300 ribu ton lebih. Sedang, produksi tanaman perkebunan seperti  Kelapa Sawit mencapai 59 ribu ton lebih,produksi Kakao mencapai 2 ribu ton lebih, dan produksi Karet mencapai 4 ribu ton lebih serta produksi Kelapa Dalam mencapi 6 ribu ribu ton lebih.

”Di sub sektor peternakan, kita mempunyai populasi ternak  mencapai 218 ribu ekor lebih. Sedang ternak kambing mencapai 207 ribu ekor lebih dan ternak kerbau mencapai 3 ribu ekor lebih dan Domba mencapai 6 ribu ekor lebih,”katanya.

panen Ubikayu lamteng

Dalam upaya untuk mendukung pencapaian kinerja pelaksanaan tugas urusan wajib dan urusan pilihan yang menjadi tanggungjawab pemerintah daerah, Pemkab Lamteng telah melakukan koordinasi dan sinkronisasi dengan pemerintah pusat. Tahun 2015 Pemkab Lamteng mendapatkan alokasi dana tugas pembantuan sebesar RP 16 milyar lebih  dengan realisasi Rp 15,07 milyar lebih atau 94,17persen, yang dipergunakan untuk membiayai pelaksanaan program pada Bidang Pertanian, Kesehatan, Ketenagakerjaan, serta Kependudukan dan Catatan

”Selain tugas desentralisasi dan tugas pembantuan, juga melaksanakan tugas umum pemerintahan, seperti koordinasi dengan instansi vertikal dalam upaya membahas dan mencari solusi sesuai dengan kondisi dan isu-isu yang berkembang di masyarakat, pencegahan dan penanggulangan bencana, serta penyelenggaranaan kemananan dan ketertiban umum,”katanya. (Adv/Ti)

Share Button

Related For IPM Lampung Tengah Peringkat Tiga Provinsi Lampung