http://terbagus.info/wp-content/uploads/2016/01/banner728.jpg
http://niadesain.biz/banner/User.gif

Industri Pengolahan Andalan Lampung Tengah

Kamis, Maret 3rd 2016. | Iklan
Poklahsar Winaka Kota Gajah tengah mempraktekan pengolahan ikan lele

Poklahsar Winaka Kota Gajah tengah mempraktekan pengolahan ikan lele

Sektor industri pengolahan dan kerajinan merupakan salah satu sektor andalan Kabupaten Lampung Tengah, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, industri pengolahan dan kerajinan di daerah ini lebih banyak diakrabi oleh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), hal ini didukung oleh tenaga kerja yang kebanyakan ditopang oleh tanaga kerja perempuan.
Pasar indusri pengolahan dan kerajinan yang luas dan beragam, membuat sektor ini mampu terus bertahan dan tumbuh disaat kondisi bisnis yang kurang cerah. Sektor industri pengolahan dan kerajinan Kabupaten Lampung Tengah sangat potensial mendongkrak peningkatan ekonomi daerah. Sebab dari sektor ini dapat dimanfaatkan untuk menampung tenaga kerja sekaligus membuka lapangan kerja.
Menurut Kabid Perkonomian Bappeda Lampung Tegah, Clistofan Apriansyah, peluang pengembangan sektor agriindustri khususnya industri pengolahan dan kerajinan di Lampung Tengah masih sangat besar dan strategis, karena selain ditopang bahan baku yang memadai juga letak geografis Lampung Tengah berada pada jalur lintas Sumatera. Sektor industri pengolahan dan kerajinan yang sangat besar di Kabupaten Lampung Tengah adalah industri pengolahan genteng dan industri pengolahan makan kecil berbasis pertanian. ”Hampir 78 persen dari total industri yang ada di Lampung Tengah bergerak dibidang pengolahan genteng dan makanan kecil,”kata Clistofan, mendampingi Kepala Bappeda Lampung Tengah A.Nasir AT.
Beragam industri pengolahan yang berkembang di Lampung Tengah meliputi; industri pengolahan genteng, industri kerajinan, indutri meubel, industri kusen dan teralis , industri tahu tempe, makanan kecil berupa industri keripik, marning jagung, telur asin, dodol nanas, industri gula aren, makan berbahan baku lele.
Sentra pengembangan industri genteng tersebar di sejumlah kecamatan yakni, Kecamatan Kalirejo,dan kecamatan Pubian. Sedang sentra industri tahu tempe tersebar di beberapa kampung/kelurahan yakni kelurahan Bandarjaya dan Yukumjaya Kecamayan Terbanggibesar, serta beberapa kampung di kecamatan Pubian. Industri kerajinan yang ada di Kabupaten Lampung Tengah berupa kerajinan tangan dan olahan bahan dari kayu dan kerajinan rotan, sentra industri ini di kecamatan Terbanggibesar dan Gunung Sugih, sedang sentra kerajinan rotan dan sangkar burung di Kecamatan Punggur.
Industri makanan kecil berbasis potensi daerah yang ada di Kabupaten Lampung Tengah pada umumnya adalah usaha industri kecil yang memanfaatkan dan mengolah hasil pertanian yang ada pada wilayah sekitarnya, tidak sedikit yang di kembangkan oleh kelompok wanita tani (KWT). Beragama industri makan kecil yang dikembangkan di Lampung Tengah berupa keripik singkong, keripik tempe, keripik pisang, keripik, ubijalar, dodol nanas, serta Nugget lele, bakso lele, krispy lele, keripik kulit lele, keripik tulang lele, abon lele..
Sentra pengembangan industri pengolahan kripik singkon, keripik pisang tersebut tersebar di beberapa kecamatan yakni Kecamatan Kalirejo, Kecamatan Bangunrejo, Kecamatan Terbanggibesar, Kecamatan Gunungsugih, Kecamatan Trimurejo, Kecamatan Padang Ratu, dan Kecamatan Seputih Raman. Sedang dodol nanas di Kecamatan Punggur, sementara telur asin di Kecamatan Pungur, Kota Gajah dan Kecamatan Seputih Surabaya. Nugget lele, bakso lele, krispy lele, keripik kulit lele, keripik tulang lele, abon lele, dikembangkan oleh Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) hasil perikanan Wanita Mina Karya Luhur (Winaka) Kecamatan Kota Gajah.
Kemitraan
Clistofan memastikan, pengembangan industri pengolahan dan kerajinan dan industri makanan kecil akan lebih berkembang jika dikembangkan melalui kemitraan kepada kelompok usaha kecil, menengah dan koperasi, karena setiap daerah memiliki kelompok usaha tersebut yang berkembang dari kegiatan kelompok wanita tani (KWT) maupun perorangan. Jika kemitraan antara kelompok usaha kecil dan usaha besar bisa diwujudkan, maka diantara kedua pihak akan dapat ditumbuhkan simbiosis mutualisme, dimana terdapat saling ketergantungan antara kedua belah pihak. “Kondisi ini, tentunya akan mendorong percepatan pertumbuhan dan perkembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), besar dan koperasi secara simultan,”katanya.
Selama ini, salah satu faktor pendukung tumbuh dan berkembangnya UMKM di Lampung Tengah diantaranya adalah adanya dukungan modal kerja atau kredit usaha rakyat (KUR) yang diberikan kepada UMKM. Kedepan, untuk pengembangan UMKM di Kabupaten Lampung Tengah diarahkan kepada peningkatan produktivitas pengusaha kecil menengah yang bergerak dibidang industri pengolahan yang berbasis pada sumber daya dan potensi daerah. ”Salah satu kata kunci pengembangan usaha kecil adalah berkembangnya UMKM. Potensi daerah di bidang pertanian, perkebunan, dan perikanan menjadi sumberdaya utama pengembangan UMKM,”katanya.
Sebagai daerah yang sebagian besar penduduknya bermata pencarian di sektor pertanian, tentu saja isu strategi yang memiliki skor paling tinggi dalam pengembangan ekonomi rakyat di Lampung Tengah adalah pengembangan kewirausahaan serta keunggulan kompetitif Usaha Kecil Menengah (UKM). Seluruh wilayah Lampung Tengah dapat dikembangkan industri rumah tangga sepanjang memenuhi syarat lingkungan dan ketentuan yang berlaku serta tidak mengganggu dan berada di luar kawasan lindung. Industri kecil, terutama industri pengolahan hasil pertanian dan perikanan diarahkan di Kecamatan Seputih Surabaya, Seputih Banyak, Seputih Raman, Kota Gajah, Bumi Ratu Nuban, Terbanggibesar, Gunung Sugih, dan Kecamatan Kalirejo, Padang Ratu, dan Pubian. (Adv/TI)

Share Button

Related For Industri Pengolahan Andalan Lampung Tengah