http://terbagus.info/wp-content/uploads/2016/01/banner728.jpg
http://niadesain.biz/banner/User.gif

Cetak Sawah Baru Dongkrak Produksi Padi

Kamis, April 20th 2017. | Iklan

Bupati Lampung Tengah Mustafa melakukan panen padi

Meningkatnya alih fungsi lahan sawah setiap tahun sebagai permukiman atau untuk pengembangan komoditas lain di berbagai daerah, akan semakin mempersempit lahan persawahan dan akan berpengaruh bagi pencapaian produksi padi.

Berkurangnya luasan areal persawahan yang terjadi di Kabupaten Lampung Tengah juga disadari oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah. Untuk mendukung peningkatan produksi padi di Provinsi Lampung dalam rangkaian menyukseskan program swasembada pangan nasional, Pemkab Lampung Tengah telah melakukan upaya penambahan luasan tanam padi melalui cetak sawah baru.

Kesungguhan Pemkab Lampung Tengah dalam mendukung kedaulatan pangan dalam 3 tahun ini, yaitu pada tahun 2015-2017, melalui  program upaya khusus (UPSUS) Pajale ini dapat dilihat dari upaya dalam meningkatkan target luas tanam khususnya tanaman padi dan jagung. Pada musim tanam (MT) II Tahun 2016 mencapai luasan 73.900 Ha melalui penambahan luas tanam melalui cetak sawah baru sekitar 445 Ha, yang saat ini tengah dilakukan di daerah Rawa Kentong, Kecamatan Rumbia, dari potensi yang ada mencapai 2.000 Ha dan tahun 2017 cetak sawah baru seluas 879 Ha.

Angka keberhasilan peningkatan produksi tersebut, dapat dilihat dari peningkatan luas panen dan produksi padi, jagung dan kedelai dari tahun 2014 hingga tahun 2016 terus mengalami peningkatan.  Luas tanam padi tahun 2014 mencapai 152.359 Ha dengan produksi mencapai 807. 569 ton, tahun 2015 terjadi peningkatan sebesar 153.127 Ha dengan produksi yang di capai 828.487 ton, sedang angka sementara musim tanam tahun 2016 hingga 1 Januari tahun 2017 tercatat luasan panen padi sudah mencapai 168.261 Ha dengan produksi sudah mencapai 812.788 ton.

Sedang, luas tanam komoditas jagung tahun 2014 mencapai 51.805 Ha dengan produksi sebanyak 268.949 ton, tahun 2015 terjadi penurunan luasan tanam yakni 45.823 Ha dengan produksi sebanyak 246.805 ton, sedang angka sementara musim tanam 2016 hingga 1 Januari 2017 tercatat luasan tanaman jagung 49.579 Ha dengan produksi 317.702 ton.

Pemkab Lampung Tengah juga melakukan peningkatan tata kelola sumber daya air, selain penambahan luas tanam, dengan melakukan efesiesnsi dalam penggunaan air irigasi agar pertumbuhan tanaman padi lebih bagus. ”Untuk mendukung upaya peningkatkan penambahan produksi 1 juta ton gabah kering giling (GKG) oleh Kementerian Pertanian  kepada Provinsi Lampung, kita melakukan penambahan luas tanam,”kata Bupati Lampung Tengah Mustafa.

Melalui upaya yang dilakukan maksimal, menurut Mustafa, pertanian, daerahnya mampu  mencapai target luasan tambah tanam Oktober – April 2016. Atas keberhasilan tersebut lanjutnya, Kabupaten Lampung Tengah memperoleh reward dari Kementerian Pertanian berupa Piagam Penghargaan dan sejumlah alat mesin pertanian (alsintan) berupa hand traktor, traktor mini roda 4, sumur bor, combine harvester, dan rice transplanter.

Peluang

Kemampuan Lampung Tengah meningkatkan luasan tanam dan produksi padi masih terbuka peluang, karena selain memiliki potensi lahan yang masih cukup luas juga didukung oleh jaringan irigasi teknis yang mampu memenuhi kebutuhan air bagi petani padi di daerah ini pada setiap musim tanam. Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah optimis target produksi yang disepakati dapat dicapai, bahkan dapat terlampaui, mengingat untuk memenuhi target tersebut  dapat dicapai melalui luas panen dan tambah tanam 2017 melalui cetak sawah baru hingga tahun 2017.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah akan terus meningkatkan komoditas pertanian yang dapat menjadi komoditas andalan daerah, yakni meliputi Padi dengan sasaran produksi sebesar 911.612 ton, Jagung  302,499 ton dan Ubi kayu 2.260.661 ton, Cabai 5.117 ton dan Bawang merah sebagai komoditas baru ditargetkan produksinya mencapai 1.818 ton.

Rasa optimis tersebut tentunya karena pemerintah pusat melalui Menteri Pertanian RI telah memberikan stimulant kepada petani Lampung Tengah untuk mendukung upaya percepatan pencapaian sasaran khususnya komoditas padi dan jagung. Stimulant yang diberikan berupa bantuan sejumlah alsintan yang meliputi Combine Harvester sedang sebanyak 10 unit, Combine Harvester besar sebanyak 9 unit, Corn Combine Harvester sebanyak 3 unit, Corn seller sebanyak 84 unit dan Combine Harvester kecil sebanyak 35 unit, lalu Power Threser sebanyak 3 unit, Rice Transplanter sebanyak 5 unit, Power Threser Multi Guna sebanyak 2 unit.

Dukungan

Untuk mendukung tercapainya target produksi padi, pemerintah memberikan bantuan rehabilitasi dan pengembangan irigasi, berupa rehabilitasi Jaringan Irigasi sebanyak 2.529 ha, pengembangan embung pertanian sebanyak 10 unit, pengembangan irigasi perpipaan/irigasi perpompaan sebanyak 4 unit, pembuatan sumur bor sebanyak 71 unit,  pengembangan/rehabilitasi Jalan Usaha Tani sebanyak 11 Unit. Serta pembuatan Dam Parit sebanyak 9 unit, pengembangan Jaringan Iriasi Tersier (JIT) sebanyak 2.800 ha, dan percontohan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) sebanyak 2 unit. ”Pemerintah juga memberikan program paket teknologi berupa penerapan tanam padi jajar legowo dan  penerapan Tanam Gadu Model seluas 11.000 Ha di daerah irigasi Punggur Utara,”kata Mustafa.

Dukungan dari pemerintah pusat juga dilakukan pada upaya percepatan pencapaian sasaran tahun 2017. Diharapkan berbagai bantuan sebagai stimulant kepada petani dapat di realisasikan berupa; bantuan benih Padi Hibrida sebanyak 30.000 kg untuk 2.000 Ha, benih Padi Inbrida sebanyak 112.500 kg untuk 4.500 Ha. Pengembangan jagung tahun 2017 rencana tanam seluas 32.000 Ha dengan kebutuhan benih mencapai 480.000 Kg, pada tahap I telah di drop benih hibrida sebanyak 149.745 Kg untuk luas tanam 9.983 Ha, dimana 40% benih yang ditanam wajib dari Balitbang Kementerian Pertanian RI.

Juga bantuan rehabilitasi dan pengembangan jaringan irigasi tersier sebanyak  500 ha, pengembangan Embung Pertanian sebanyak 7 unit, pengembangan Irigasi Perpipaan/Irigasi perpompaan sebanyak 4  unit, pengembangan Irigasi Rawa sebanyak 1.135 ha, pengembangan Jalan Pertanian sebanyak 15  unit, pembuatan Sumur Bor sebanyak 23 unit, sarana pendukung BBI Padi Palawija sebanyak 1 Paket dan sarana Pendukung BBI Hortikultura sebanyak 1 Paket, serta  bantuan Alsintan Rice Transplanter sebanyak 20 unit.

Saat ini potensi lahan sawah di daerah ini mencapai 76.659 Ha, terdiri dari lahan sawah pengairan teknis 47.826 Ha, lahan sawah setengah teknis 3.597 Ha, dan lahan sawah sederhana 2.910 Ha, Lahan sawah irigasi desa 3.227 Ha, lahan sawan tadah hujan 10.941 Ha, lahan sawah lebak 8.075 Ha. Luasan potensi tersebut masih bisa ditingkatkan dengan meningkatkan sarana dan prasarana jaringan irigasi lebih baik lagi.

”Selain ditunjang oleh adanya bantuan input dari beberapa kegiatan pendukung peningkatan produksi dan produktifitas tanaman. Peningkatan produksi padi akan sangat dipegaruhi oleh luasan panen dan produktivitas, program Upsus Pajale diharapkan akan mampu melampaui terget pencapaian produksi padi,”katanya. (Ti/adv)

 

Share Button

Related For Cetak Sawah Baru Dongkrak Produksi Padi