http://terbagus.info/wp-content/uploads/2016/01/banner728.jpg
http://niadesain.biz/banner/User.gif

Wujudkan Swasebada, Perlu Peningkatan Produksi dan Produktivitas

Rabu, Februari 17th 2016. | Pertanian
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Prof.Muladno

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Prof.Muladno

Terbagus.info, BANDARLAMPUNG– Untuk mewujudkan swasembada daging, diperlukan upaya peningkatan produksi dan produktivitas , dengan melibatkan seluruh pihak terkait melalui agribisnis peternakan rakyat dengan pola pengembangan kawasan Sentra Peternakan Rakyat (SPR).

Penegasan itu disampaikan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kemeterian Pertanian RI Prof.Muladno pada musyawarah nasional (Munas) I Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (GAPUSPINDO) di Bandarlampung, Rabu (17/2).

Menurut Dirjen, komoditas pangan yang menjadi sasaran utama untuk diwujudkan kedaulatannya diantaranya adalah daging sapi atau kerbau, mengingat kebutuhan daging setiap tahun terus meningkat. Total kebutuhan daging sapi atau kerbau tahun 2016 mencapai sekitar 490 ribu ton lebih. Sementara dari kebutuhan tersebut, produksi daging lokal baru mampu memenuhi sebanyak 2,5 juta ekor atau setara 441 ribu ton saja, sedang kekurangan sebanyak 48 ribu ton atau setara 146 ribu ekor harus dipenuhi dari impor. ”Idealnya, proporsi penyediaan daging lokal 90,10 persen, dan impor 9,90 persen. Menurut Food and Agriculture Organization (FAO), dinyatakan swasembada apabila impor kurang dari 10 persen,”katanya

Kondisi peternakan sapi potong Indonesia saat ini lebih didominasi oleh peternakan rakyat yakni mencapai 93 persen, yang selama ini bekerja secara sendiri-sendiri tanpa ada wawasan bisnis, sedang industri peternakan hanya sebesar 7 persen. Tentunya, yang harus dilakukan untuk mencapai peningkatan produktivitas dalam rangan memenuhi kebutuhan produk daging maupun berswasembada daging, peternak kecil bersatu membangun kekuatan dalam pengembangan ternak sapi atau kerbau. ”Saya mengajak peternak kecil untuk bisnis bersama atau berjama’ah untuk mengimbangi pengusaha penggemukan sapi (feedloter), sampai peternak kecil benar-benar berhasil. Prinsipnya peternak kecil berjamaah untuk membangun satu gerakan dan satu tindakan melalui berbagai strategi, maka peternak kecil akan menjadi satu kekuatan yang besar,”katanya.

Ada tiga setrategi yang harus dilakukan untuk membangun kekuatan berjamaah peternak kecil dalam pengembangan SPR, yakni melakukan konsolidasi dan pengorganisasian pelaku, meningkatkan penguatan kapasitas dan transfer teknologi, lalu menguatkan jejaring kerjasama. Konsulidasi yang dibutuhkan adalah terbangunnya kebersamaan antara peternak, pemerintah dan akademisi dalam mengembangkan usaha dengan harapan tumbuhnya kepecayaan pengusaha untuk melakukan kemitraan dengan peternak.

Penguatan organisasi di SPR adalah bentuk gugus perwakilan pemilik ternak (GPPT) yang terdiri dari maksimal sembilan orang yang dipilih secara demokratis untuk membangun SPR yang didampingi seorang manajer sebagai perwakilan pemerintah untuk membina petani atau peternak. ”Strategi terkait dengan penguatan kapasitas dan transfer teknologi, agar petani tidak hanya dijadikan sebagai obyek tetapi menjadi subyek, peternak kecil harus dibangun pola pikirnya agar setiap aktivitas peternak berbasis pengetahuan,”katanya. (Ti/pri)

Share Button

Related For Wujudkan Swasebada, Perlu Peningkatan Produksi dan Produktivitas