http://terbagus.info/wp-content/uploads/2016/01/banner728.jpg
http://niadesain.biz/banner/User.gif

Tata Kelola Sumber Daya Air yang Baik Dukung Peningkatan Produksi Padi

Rabu, Mei 11th 2016. | Pertanian

 

DI Way Seputih   DI Way Seputih

Peningkatan produksi padi di Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), tidak hanya tergantung pada ketersedian pupuk bersubsidi, ketercukupan benih unggul, dan kemampuan SDM, tetapi juga harus didukung oleh tata kelola air dan tersedianya sarana-parasarana jaringan irigasi yang baik.

Kabupaten Lampung Tengah dengan luas wilayah mencapai 4.789,82 Km persegi, merupakan daerah yang sangat potensial bagi pengembangan tanaman padi di banding dengan daerah lain di Provinsi Lampung. Karena sebagian besar wilayah timur dan utara kabupaten ini merupakan dataran rendah, sedang pada wilayah barat  merupakan daerah pegunungan dengan ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut.

Kesesuaian lahan untuk pertanian lahan basah terutama padi sawah berpotensi dikembangkan di wilayah Kecamatan Trimurjo, Punggur, Kota Gajah, Seputih Raman, Seputih Banyak, hampir 90 persen wilayah kecamatan tersebut memiliki kesesuaian lahan untuk pertanian lahan basah. Sedang beberapa kecamatan lain seperti  Terbanggibesar, Gunungsugih, Bekri, dan Bumi Ratu Nuban, serta Seputih Agung bisa di maksimalkan untuk kegiatan pertanian lahan basah, hal tergantung ketercukupan air dari DI yang ada di  wilayah kecamatan tersebut. ”Untuk kegiatan pertanian sawah, Kabupaten Lampung Tengah memanfaatkan air dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Way Sekampung dan  DAS Way Seputih, dan manfaatkan anak sungai yang mencapai 19 sungai. Potensi ini tidak dimiliki oleh daerah lain di Lampung,”kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lampung Tengah A.Nasir AT.

Saat ini potensi lahan sawah di daerah ini mencapai 76.659 Ha, terdiri dari lahan sawah pengairan teknis 47.826 Ha, lahan sawah setengah teknis 3.597 Ha, dan lahan sawah sederhana 2.910 Ha, Lahan sawah irigasi desa 3.227 Ha, lahan sawan tadah hujan 10.941 Ha, lahan sawah lebak 8.075 Ha. Luasan potensi tersebut masih bisa ditingkankan dengan meningkatkan sarana dan prasarana jaringan irigasi lebih baik lagi.

Sebagai salah satu daerah penyanggah pangan Provinsi Lampung, Pemkab Lamteng terus berupaya meningkatkan produksi padi, terutama dalam rangka mencapai target mendukung swasembada beras nasional. Produksi komoditas padi tahun 2015 di kabupaten ini terjadi peningkatan mencapai 12 ,19 persen dari 807.569 ton pada tahun 2014 menjadi 906.037 ton. Peningkatan komoditas padi sangat dipegaruhi oleh luasan panen dan produktivitas, serta  ditunjang oleh adanya bantuan input dari beberapa kegiatan pendukung peningkatan produksi dan produktifitas tanaman pangan, seperti pemberian bantuan berupa hantraktor, penggunaan benih unggul, adanya pelatihan-pelatihan, bimbingan teknologi dan sosialisasi baik bagi petani maupun petugas terkait, tersedianya sarana OPT, tersedianya sarana-parasarana seperti embung, pompa air. Juga, tersedianya pupuk bersubsidi, antisipasi dan penanggulangan dini serangan hama penyakit tanaman, serta bantuan alat pra dan pasca panen, sehingga lebih mengoptimalkan produktivitas dan indek pertanaman (IP).

Tatakelola Sumber Daya Air

Pelaksanaan  tatakelola sumber daya air, dilakukan secara sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah  Provinsi Lampung dan  Pemkab Lampung Tengah, dengan  melakukan pembenahan kualitas sarana jaringan irigasi, sesuai kewenangan masing-masing. Salah satu tujuan pengelolaan sumber daya air adalah pendayagunaan sumberdaya air untuk pemenuhan air irigasi guna mempertahankan tingkat  layanan irigasi dan  mengoptimalkan infrastruktur sistim irigasi.  ”Dalam upaya pemenuhan kebutuhan air irigasi dan mengoptimalkan sistim irigasi yang ada telah dilakukan upaya diantaranya  operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi, rehabilitasi jaringan irigasi, dan pemberdayaan petani pemakai air,”kata Nasir.

Saat ini Lampung Tengah memiliki jaringan irigasi  primer sepanjang 486.207 meter, dengan tingkat kerusakan berat masih mencapai 12,31 persen,  irigasi sekunder 664.982 meter  dengan tingkat kerusakan berat mencapai 15,64 dan dan irigasi tersier sepanjang 1.748.482 meter, dengan tingkat kerusakan berat mencapai 66,96 persen. Pada tahun 2015 telah dilakukan perbaikan jaringan irigasi sepanjang sekitar 51.340 meter tersebar pada jaringan irigasi primer, sekunder dan tersier. Lalu perbaikan atau normalisasi fungsi bendung sebanyak 8 unit, normalisasi tanggul penangkis banjir sepanjang 1.815 meter dan pengembangan daerah rawa atau kanalisasi sepanjang 7.880 meter.

Sampai tahun 2015 jaringan irigasi primer kondisi baik sepanjang 380.538 meter atau 78,27 persen, dibanding tahun 2014 hanya sepanjang 367.718 meter atau mengalami peningatan sebesar 2,64 persen. Jaringan irigasi sekunder dalam kondisi baik sepanjang 505.232 meter atau 75,98 persen, jika  dibanding tahun 2014 mencapai 488.532 meter atau mengalami peningkatan 2,51 persen, jaringan irigasi tersier kondisi baik mencapai 449.601 meter atau 25,71 persen,  dibandingkan dengan tahun 2014  sepanjang 427.781 meter, atau ada peningkatan perbaikan sekitar 1,25 persen.

Hasil yang dicapai dari pengelolaan sumber daya air dan jaringan irigasi yakni memerikan pelayanan irigasi pada Daerah Irigasi (DI) Way Seputih dengan luas 14.612 Hektar (Ha), DI Way Pengubuan seluas 3.500,75 Ha, DI Punggur Utara seluas 20.117 Ha, daerah rawa seluas kurang lebih 2.065 Ha, DI Sederhana seluas 5.931 Ha, dan  DI Kampung sebanyak 163 DI seluas 16.636 Ha.  Secara umum pada tahun 2015 jumlah sawah yang mendapatkan pelayanan air irigasi  seluas 69.427 Ha, atau sekitar 79,85 persen dari luas sawah yang ada sebesar 86.943 Ha, kondisi ini mengalami peningkatan 79,16 persen bila dibanding tahun 2014 seluas 68.828 Ha.

Nasir meyakinkan, Lampung Tengah mampu memenuhi target pencapai produksi untuk mendukung produksi 1 juta ton target provinsi Lampung, yang akan di capai dalam tiga tahun. ”Lampung Tengah  diberi target sebanyak 300 ribu ton,  dari 1 juta ton yang di targetkan untuk Provinsi  Lampung,”katanya.

Untuk mendukung peningkatan luasan sawah. Kata Nasir, Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah telah mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk  membangun  bendung baru di Kampung Segala Mider. Bendung baru ini akan menampung air dari sejumlah anak sungai, yang  diperkirakan mampu mengairi sawah sedikitnya mencapai 5.000 Ha. ”Kita berharap pemerintah mengabulkan usulan untuk membangun bendung di Segala Mider, sekitar 5.000 hektar sawah akan terairi secara normal. Kalau menggunakan APBD tidak akan mampu  dan juga bukan menjadi kewenangannya, karena luasan sudah mencapai 5.000 Ha,”katanya. (Adv/Ti)

Share Button

Related For Tata Kelola Sumber Daya Air yang Baik Dukung Peningkatan Produksi Padi