http://terbagus.info/wp-content/uploads/2016/01/banner728.jpg
http://niadesain.biz/banner/User.gif

Pemkab Lampung Tengah Dukung Pengembangan Tanaman Bawang Merah

Rabu, Januari 20th 2016. | Iklan, Pertanian
Petani Kota Gajah Tengah membersihkan bawang merah hasil panen mereka

Petani Kota Gajah Tengah membersihkan bawang merah hasil panen mereka

Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah menilai positif, terkait dengan keinginan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Krida Tani 1 Kotagajah, dalam upaya mengembangkan komoditas bawang mareh.

Menurut Assisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekkab Lampung Tengah Eko Dian Susanto, pemerintah daerah sangat mendukung dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kelompok Tani Krida Tani 1 yang telah memulai mengembangkan tanaman bawang merah sebagai komoditas hortikultura yang baru di Lampung Tengah. ”Tekad petani akan menjadikan bawang merah sebagai salah satu komoditas unggulan di Lampung Tengah, tentu sangat positif dan harus kita dukung,”kata Eko, Selasa (19/1).

Dia berharap, keberhasilan pengembangan tanaman bawang merah jangan sampai mengabaikan peningkatan produksi tanaman padi, karena padi juga merupakan unggulan Lampung Tengah. ”Semoga budidaya bawang merah terus dapat dikembangkan dengan baik di masa mendatang, dan mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani kita, “katanya.

Diakui eko, sebagai komoditas yang baru, tentu mendapatkan posri anggaran didalam APBD 2016. Namun demikian,lanjutnya, Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah tidak tinggal diam, tetap memberikan dukungan bagi pengembangan tanaman bawang. ”Saat ini kita baru bisa membantu berupa melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap pengembangan tanaman bawang merah. Kita juga akan usahakan membantu sumur bor untuk mengatasi kebutuhan air di saat musim kemarau,”katanya.

Seperti diketahui, Kelompok Tani Krida Tani 1 Kotagajah, saat ini tengah mengawali mengembangkan tanaman hortikultura bawang merah di Lampung Tengah. Berbekal pengetahuan yang minim tentang tanaman bawang merah, mereka melihat prospek budidaya bawang merah cukup baik dikembangkan di wilayahnya. Jika pada awalnya pengembangan bawang merah masih sebatas coba-coba, kini tanpa ragu dan tanpa menunggu program pemerintah petani sudah menanam bawang merah secara mandiri.

”Bawang merah selain mudah perawatannya, juga kebutuhan pasar akan jenis sayuran penyedap ini terus meningkat, tentunya ini sebuah peluang,”kata Ketua Kelompok Tani Krida Tani 1 Zainuri.

Menurut Zainuri, walaupun mengembangkan tanaman bawang merah baru pertama dilakukan, namun berbekal sedikit pengetahuan yang ada, anggota kelompoknya sudah sepakat akan menanam bawang merah secara intesif secara mandiri tanpa menunggu program pemerintah. Pada musim tanam lalu, kata dia, hasil panen bawang merah mereka tidak terlalu buruk. Dalam ¼ Ha tanaman bawang merah rata-rata petani mampu memanen sebanyak 1 ton.

”Pada penen perdana akhir tahun lalu, alhamdulillah harga bawang merah cukup baik. Dan hasil panen pun cukup baik, tentu ini awal yang baik bagi kami sekaligus makin mendorong tekad untuk menjadikan bawang merah sebagai salah satu komoditas horti unggulan,”katanya.

Pada tanam perdana kata Zainuri, dia bersama anggota kelompoknya sebanyak 20 orang, telah menanam bawang merah seluas 10 hektar (ha). Ternyata, dengan kegigihan dan ketekunan berusaha, membuahkan hasil yang menggembirakan, panen perdana tanaman bawang merah mencapai 40 ton basah.

”Alhamdulillah panen perdana kami cukup bagus. Saat ini kami sudah ditetapkan sebagai penangkar bawang merah dan menjadi salah satu daerah sentra bawang merah di Provinsi Lampung. Dengan keberhasilan ini kami bertekad menjadikan Lampung Tengah sentra bawang merah, dan berupaya meningkatkan produksi yang lebih baik lagi,” kata Zainuri, bersemangat.

Untuk menjaga stabilitas harga bawag merah di tingkat petani dari permainan tengkulak, menurut Zainuri, petani sudah sepakat jika penjualan bawang merah dilakukan dalam pola satu pintu. Dengan pola ini, tengkulak harus mengikuti harga yang disepakati petani, bukan petani mengikuti harga yang di tetapkan tengkulak. Sedang untuk menjaga ketersediaan bawang merah secara kontinyu, disepakati pola tanam berkesinambungan dengan jedah waktu tanaman antar petani satu minggu.

”Kami sepakati pola tanam bawang merah tidak serentak, melainkan secara berkala dengan jedah waktu seminggu antara petani satu dengan yang lainnya. Ini untuk menjaga ketersediaan bawang selalu ada sekaligus menjaga harga tetap tinggi di tingkat petani,”kataya.

Benih yang dipilih petani, kata dia, tetap varietas lokal Bima Brebes, karena varietas bawang ini mempunyai usia tanam antara 50-55 hari sudah siap dipanen dengan produksi bisa mencapai 10 ton per Ha umbi kering. Sedang untuk modal usaha penanaman bawang merah, kata Zainuri, relative terjangkau dengan hasil yang tidak mengecewakan petani, dengan catatan petani harus melakukan perawatan tanaman dengan baik.

”Kedepan kami sangat berharap ada perhatian pemerintah, memberikan bantuan sumur bor untuk mendukung intensitas produksi bawang merah seperti di Jawa. Saat ini bawang Kota Gajah sudah terkenal di beberapa pasar di Lampung,”katanya. (ADV/Ti)

 

Share Button

Related For Pemkab Lampung Tengah Dukung Pengembangan Tanaman Bawang Merah