http://terbagus.info/wp-content/uploads/2016/01/banner728.jpg
http://niadesain.biz/banner/User.gif

Mentan : Pupuk Palsu Rugikan Petani Rp. 720 Milyar

Jumat, April 8th 2016. | Pertanian

Mentan Andi Sulaiman

JAKARTA, terbagus.info-Menteri Pertanian Amran Sulaiman hari ini menyaksikan pengungkapan sindikat pembuatan dan pengedar pupuk illegal oleh Polres Pelabuhan Tanjung Priok.  Amran mengatakan, adanya sindikat pupuk ilegal ini merugikan petani hingga Rp 720 miliar atau sekitar 4.800 ton. “Sindikat ini sudah beroperasi sejak tahun 2007, sehingga kerugian petani bisa mencapai Rp 720 miliar selama 9 tahun beroperasi,” tegasnya. (8/4/2016).

Pegungkaoan kasus pupuk palsu tersebut berkat informasi masyarakat tentang beredarnya pupuk illegal yang tidak sesuai dengan standar komposisi yang dipersyaratkan oleh pemerintah Indonesia, selain itu tidak sesuai dengan label yang dicantumkan. Pengungkapan berawal pada tanggal 24 Februari diamankan 2 container 20 feet yang berisi 48 ton pupuk NPK Berlian 151515, tanggal 25 Februari diamankan 1 container 20 feet berisi 24 ton pupuk NPK Berlian 161616, tanggal 27 Februari 1  container 20 feet isi 20 ton NPK Plus Ponskha, tanggal 1 Maret I container 20 feet isi 24 ton merk Phospate Alam SP-36, dan tanggal 5 Maret diaman 1 container 20 feet berisi 20 ton pupuk Raja Sawit Ponskha.

Mentan mengatakan bahwa keberadaan pupuk ini bukan hanya masalah harga yang sangat murah, tetapi pupuk ini saat digunakan tidak menghasilkan apa-apa karena tidak mengandung NPK. Untuk itu petani harus berhati-hati lagi, karena untuk menarik pembeli para pemalsu pupuk ini memakai kemasan karung dengan lambang-lambang yang sama dengan merk pupuk ternama.

Amran meminta agar pelaku mendapat hukuman yang berat karena menurutnya hukuman yang ada saat ini sangat ringan dan tidak sebanding dengan kerugian petani. “Kalau pelaku didenda Rp 10 miliar itu sangat kecil sekali, nggak sebanding dengan kerugian petani, kita minta supaya hukumannya lebih berat lagi,” lanjut Amran.

Menurut Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Nandang Jumantara, bahwa sindikat ini memiliki pasar atau wilaah edar yang sangat luas yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Riau, dan Aceh serta beberapa diantaranya telah beroperasi sejak tahun 2007. Kegiatan ini sangat merugikan bagi para petani sebagai produsen dan masyarakat Indonesia sebagai konsumen serta dapat menurunkan daya saing hasil pertanian Indonesia. Total barang yang disita 136 ton dan masih ratusan ton lagi masih berada di pabrik saat dilakukan penggeledahan.

Pupuk illegal yang diproduksi di Sukabumi Jawa Barat tersebut telah dilakukan pemeriksaan oleh empat ahli yaitu dari Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) serta telah dilakukan pemeriksaan kadar unsur haranya di Labroratorium Forensik Mabes Polri. (Ti/SY/Swd)

Sumber ; Swadaya

 

Share Button

Related For Mentan : Pupuk Palsu Rugikan Petani Rp. 720 Milyar