http://terbagus.info/wp-content/uploads/2016/01/banner728.jpg
http://niadesain.biz/banner/User.gif

Kabupaten Lampung Tengah Kaya Potensi Perikanan

Sabtu, Juli 23rd 2016. | Ekonomi & Niaga, Iklan, Pertanian
Karamba Jaring Apung

Karamba Jaring Apung

terbagus.info – Gunung Sugih : Kabupaten Lampung Tengah memiliki potensi yang cukup besar bagi pengembangan sektor perikanan, khususnya budidaya  perikanan dan pengolahan hasil perikanan.

Topografi wilayah barat Kabupaten Lampung Tengah yang berbukit dan bergunung, merupakan sumber mata air yang tersedia sepanjang tahun. Untuk pengembangan sektor perikanan di daerah ini dapat memanfaatkan perairan umum yakni Sungai Way Seputih dan Pengubuan, juga rawa, embung, saluran irigasi/pengairan. Daerah ini juga mempunyai kawasan rawa pasang surut yang berada di wilayah Timur Kabupaten Lampung Tengah, di Kecamatan Seputih Surabaya dan Bandar Surabaya.  Selain memanfaatkan perairan umum, rawa, Lampung Tengah juga mengembangkan perikanan budidaya kolam pekarangan.

” Kabupaten Lampung Tengah tidak memiliki potensi laut, akan tetapi memiliki kawasan  muara yang potensial sebagai daerah perekonomian, disana ada Tempat Pelelangan Ikan(TPI), Pabrik Es, Kedai Pesisir, Koperasi LEPP Mandiri dan berbagai sarana pendukung lainnya,”ungkap Bupati Lampung Tengah Mustafa.

Diakui Bupati, potensi perikanan di daerah ini belum dikembangkan secara maksimal, hal ini disebabkan oleh keterbatasan SDM masyarakat pelaku perikanan, SDM yang menangani teknis perikanan dimana jumlahnya tidak sebanding dengan  luas wilayah  yang harus ditangani, kurangnya inovasi serta  keterbatasan sarana dan permodalan.

Besaranya potensi perikanan ini, Kabupaten Lampung Tengah pada tahun 2013 telah masuk dalam daftar  kawasan mina politan, sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan  Nomor 35 / Kepmen-KP / 2013 tentang Penetapan Kawasan Minapolitan .

Sesuai konsep pengembangan kawasan wilayah Minapolitan, ada tiga wilayah yang menjadi  kawasan pengembangan komoditas perikanan, yakni Kecamatan Kalirejo sebagai Kawasan Minapolitan Gurame, Kecamatan Kota Gajah sebagai Kawasan Minapolitan Patin dan Lele, dan Kampung Cabang Kecamatan Bandar Surabaya sebagai Kawasan Minapolitan  Pesisir. Dengan penentuan kawasan pengembangan, maka beberapa kecamatan di sekitar wilayah pengembangan komoditas perikanan menjadi kawasan penyangga.

Tabel .   Potensi Lahan Perikanan Berdasarkan Kegiatan Usaha

Untitled 2

Potensi Pengolahan Hasil Perikanan

Beragam pengolahan hasil perikanan dapat dikembangan di Kabupaten Lampung mulai dari olahan tradisional dengan proses penggaraman dibuat ikan asin maupun proses pengasapan menjadi ikan asap. Jenis olahan ikan asin dan ikan asap yang banyak dihasilkan dari Kabupaten Lampung Tengah berasal dari Bandar Mataram, Rumbia, Bumi Nabung, Seputih Surabaya dan Bandar Surabaya dengan jenis gabus, ikan baung dan ikan  sepat. Serta ikan lele asap yang dikembangkan di Kecamatan Bandar Mataram.

“Selama ini ikan gabus hasil tangkapan nelayan Lampung Tengah  telah dijual ke luar daerah seperti Palembang dan sekitarnya dalam bentuk fillet gabus sebagai bahan baku pembuatan empek-empek, kerupuk, kemplang,  tekwan, pilus dan berbagai olahan lainnya,”katanya.

Dalam rangka mendukung program Pemerintah  Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN), pemerintah Kabupaten Lampung Tengah melalui Dinas Peternakan dan Perikanan  mengembangan penganekaragaman produk olahan ikan.

Warung Serba Lele

Warung Serba Lele

Diversifikasi produk olahan ikan juga telah diproduksi oleh Kelompok Pengolah dan Pamasar (POKLAHSAR) di daerah ini mulai berkembang dengan aneka olahan ikan lele dan patin seperti : nugget lele, bakso lele, rambak lele, abon patin dan lele, stik patin dan  lele, pastel patin dan lele, keripik tempe rasa lele (kriple), kerupuk upik/singkong rasa lele (krupile), kerupuk lele dan lainnya. Saat ini terdapat enam (6) POKLAHSAR yang saat  ini menekuni diversifikasi produk olahan ikan yakni, POKLAHSAR  Mina Manfaat, POKLAHSAR Wanita Mina Karya Luhur (WINAKA), POKLAHSAR Mina Sekar Wangi,  POKLAHSAR  Mina Transad, POKLAHSAR Sangu Bayu, dan POKLAHSAR Mina Dahlia.

Unggulan Perikanan

Berbagai upaya pembangunan sektor perikanan muaranya adalah meningkatkan pendapatan masyarakat. Untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya rumah tangga nelayan, pemerintah Kabupaten Lampung Tengah juga mengembangkan beberapa  program unggulan sektor perikanan.

Program unggulan dimaksud berupa Pemberdayaan Pembudidayaan Ikan dengan Pengembangan Usaha Budidaya Lele di pekarangan sebagai unggulan. Program ini bertujuan peningkatan produksi ikan lele, pemanfaatan pekarangan, peningkatan konsumsi ikan masyarakat, dan pendapatan masyarakat pembudidaya. Setidaknya ada 30 Pokdakan yang terlibat dalam program ini.  Mereka mendapatkan bantuan kolam terpal, dan sarana budidaya lainnya seperti sumur dalam, mesin pembuat pakan sederhana.

Lalu program pengembangan Karamba Jaring Apung (KJA), yang memanfaatkan perairan umum untuk budidaya, dan peningkatan produksi ikan. Program ini melibatkan Pokdakan dan Kelompok Usaha Bersama (KUB) dengan bantuan sarana KJA, yang tersebar di Kecamatan Seputih Banyak,  Bangunrejo, Padangratu dan Kecamatan Anak Ratu Aji. Juga program pengembangan KJA Baung di wilayah Terbanggibesar, Bandarjaya dan Gunungsugih (TERBAGUS), berupa pengembangan ikan baung di wilayah ini, mereka mendapatkan bantuan KJA, Benih ikan baung dan sarana pendukung lainnya.

Dan pengembangan sentra olahan ikan, yang melibatkan Poklahsar, Unit Pengolahan Ikan (UPI) dan perorangan yang bergerak dibidang pemasaran dan pengolahan ikan. Beragam olah ikan dikembangkan diantaranya meliputi ikan asap tangkapan dan ikan asap budidaya (lele dan patin), aneka olahan ikan lele, dan aneka olahan ikan patin.sentra pengembangan sentra olahan ikan berada di Kecamatan Kota Gajah, Bandar Mataram, Rumbia, Bandar Surabaya, dan Kecamatan Kalirejo.    (Adv/Ti)

Share Button

Related For Kabupaten Lampung Tengah Kaya Potensi Perikanan