http://terbagus.info/wp-content/uploads/2016/01/banner728.jpg
http://niadesain.biz/banner/User.gif

Takut Berulah, Kemendikbud Ultimatum PLN

Jumat, Maret 25th 2016. | Pendidikan
ilustrasi

ilustrasi

terbagusinfo : Terhitung mulai Senin (21/3) pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2016 tinggal dua pekan lagi. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah mulai bergerak menyiapkan ujian massal tahunan itu. Diantaranya mengirim naskah ujian untuk daerah khusus yang sulit dijangkau.

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud Nizam menjelaskan, daerah-daerah khusus itu sebagian besar tersebar di Indonesia bagian timur. “Seperti di Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur,” katanya usai mengikuti pengukuhan Narasumber Nasional Kurikulum 2013 di Pusdiklat Kemendikbud Depok Minggu (20/3).

Nizam menuturkan sama seperti tahun sebelumnya, Kemendikbud menetapkan ada daerah khusus dalam pendistribusian naskah ujian. Pengiriman naskah di daerah khusus ini tidak bisa disamakan dengan daerah umum lainnya. Sebab mereka ingin menjamin naskah UN sudah berada di rayon atau titik terdekat dari sekolah maksimal H-1 ujian.

Untuk daerah-daerah dengan jalur transportasi lebih lancar, baru akan dikebut pekan depan. “Seperti naskah untuk wilayah Jakarta, soal ujiannya masih di percetakan,” katanya. Guru besar teknik sipil Universitas Gadjah Mada (UGM) itu memastikan proses pencetakan naskah ujian berlangsung lancar dan terjamin kerahasiannya.

Selain urusan teknis persiapan UN berbasis kertas, Nizam juga membeber persiapan ujian berbasis komputer (UNBK). Menurutnya tahun ini penyelenggaraan UNBK lebih menantang karena jumlah sekolahnya tambah banyak.

Tahun ini ada 4.404 unit sekolah penyelenggaran UNBK. Bahkan di daerah tertentu seperti Kota Surabaya dan Provinsi DKI Jakarta, sudah mendeklarasikan UN 2016 secara keseluruhan menggunakan komputer.

Pejabat yang hobi bersepeda itu menuturkan, selama ini sudah digelar tiga kali uji coba (try out) UN berbasis komputer. Dari ketiga uji coba itu, Nizam mengatakan tidak ada gangguan berarti.

Rencananya mulai pekan ini Kemendikbud melakukan sinkronisasi komputer. Antara komputer di server pusat, Kemendikbud, dengan komputer di sekolah-sekolah.

Nizam juga telah berkoordinasi dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk teknis server dan piranti lunaknya. Kemndikbud juga telah menyurati PLN. “Selama UNBK berlangsung, mohon PLN menghentikan pemadaman bergilir di seluruh wilayah Indonesia dulu,” pungkasnya.

Share Button

Related For Takut Berulah, Kemendikbud Ultimatum PLN