http://terbagus.info/wp-content/uploads/2016/01/banner728.jpg
http://niadesain.biz/banner/User.gif

Bawang Merah Prospek Unggulan Komoditas Pertanian Lampung Tengah

Selasa, Februari 21st 2017. | Fokus, Pertanian

                            Petani bawang merah Kecamatan Kota Gajah Lampung Tengah (Ti/pri)

Lampung, terbagus.info-Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah akan mendukung  dan mengawal pengembangan  komoditas bawang merah yang kini tengah dikembangkan petani Lampung Tengah dibawah binaan Bank Indonesia Perwakilan Lampung. ”Pemerintah daerah akan senantiasa mendukung apa yang memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,”kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lampung Tengah Abdulhak.

Sepanjang kegiatan itu mempunyai prospek bagus untuk menunjang pendapatan masyarakat, pemerintah daerah pasti akan mendukung. Menurut Abdulhak, yang bisa mengatakan pengembangan komoditas itu prospeknya baik tentunya adalah dinas teknis. Setelah BI menyerehkan kelanjutan pembinaan petani bawang merah, pembinaan kedepan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

Tentunya kita akan melakukan evaluasi bagaimana keinginan masyarakat untuk kelanjutan pengembangan, kalau mereka antusiasnya tinggi, pemda akan memberikan dukungan secara maksimal apa yang menjadi kebutuhan petani. Kalau pengembangan bawang merah memiliki prospek yang bagus, kita akan meningkatan pembinanan, dan memfasilitasi sektor pembiayaan dengan dunia perbankan.  “Hal yang bersifat  teknis pengawalannya menjadi tanggungjawab Dinas Pertanian. Dinas Pertanian sejak awal harus sudah mengikuti perkembangannya agar  terbangun karakter petani yang fokus pada pengembangan satu komoditas, karena petani kita masih sering latah tidak konsisten dalam mengembangkan satu komoditas dan cenderung meningkuti trend pasar,”katanya.

Bukan hanya Dinas Pertanian yang saat ini mengawal program pengembangan bawang merah, tetapi peran Dinas Perdagangan juga sudah mengambil bagian, setidaknya mengekspos dan membuka akses pasar, sehingga begitu tanaman siap panen pangsa pasar  sudah terbuka.  Setidaknya Dinas Perdagangan mengetahui bagaimana kebutuhan pasar terhadap bawang merah.  Sudah saatnya Dinas Perdagangan berpikir pengembangan ekonomi makro, bukan hanya berpikir pasar murah. Tugas dan tanggungjawab dinas perdagangan sangat luas yang cakupannya pada perkembangan kubutuhan sembilan bahan pokok. ”Dinas Perdagangan mempunyai data komoditas Lampung Tengah yang bisa dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Jadi harus ada sinergi antara Dinas Pertanian dengan Dinas Perdagangan sesuai peran dan tanggungjawab masing-masing, kalau Bappeda hanya meramu kebutuhan penganggaran termasuk menjadi tim pengarah,”katanya.

Abdulhak juga, perharap jangan hanya komoditas bawang merah saja yang dikembangkan, tetapi komoditas cabai juga harus ditingkatkan luasannya. Selama ini Lampung Tengah sudah menjadi pemasok kebutuhan cabai, khususnya cabai besar untuk beberapa pasar di Provinsi Lampung termasuk pasar di Kota Bandar Lampung dan Kota Metro. ”Dua komoditas tersebut merupakan komoditas stategis, yang terkadang menjadi bumerang bagi petani manakala harga ditingkat petani dimainkan oleh tengkulak. Permainan harga ini yang kita tidak inginkan. Akhirnya petani juga menjadi korban, apa lagi  tanaman bawang merah dan cabai  besar merupakan komoditas sarat modal,”katanya.

Klaster Bawang Merah

Ketua Kelompok Tani Krida Tani 1 Kota Gajah Lampung Tengah, Zainuri, mengatakan kelompoknya siap menjadikan Lampung Tengah Klaster Bawang Merah di Provinsi Lampung, dan  Kecamatan Kota Gajah sebagai sentra pengembangan benih bawang merah. ”Kami sudah ditetapkan sebagai penangkar bawang merah untuk memenui kebutuhan benih bawang di Lampung Tengah, yang saat ini tengah digalakan pengembangannya di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kota Gajah, Seputih Raman dan Kalirejo” kata Zainuri.

Menurut Zainuri, Kelompok tani Krida Tani 1 yang beranggotakan 20 orang dengan luas lahan 10 Ha, disiapkan untuk fokus pengembangan penangkaran benih bawang merah, yang dibina langsung oleh Balai Penelitian Tanaman Pangan (BPTP) Provinsi Lampung. Penangkaran benih dengan pola bagi hasil 60 : 40 , yakni 60 persen hasil tanam untuk BPTP dan 40 persen untuk petani, karena semua biaya produksi di tanggung oleh pemerintah melalui BPTP. ”Dengan pola ini petani merasakan kemudahan untuk mendapatkan benih bawang merah. Alhamdulillah dengan pola kerjasama ini kami petani masih bisa mendapat benih untuk ditangkar lagi dengan jenis Bima Tuktuk,”katanya.

Dia yakin dengan pengembangan klaster bawang merah oleh BI Perwakilan Lampung, akan mendorong peningkatan produksi benih bawang merah. Dan akan tumbuh penangkar bawang merah untuk memenuhi ketercukupan benih. Semakin banyak penangkar bawang merah, kata Zainuri, berarti semakin bertambah luasan tanam bawang merah untuk konsumsi, tentunya ini menjadi prospek yang positif bagi tanaman bawang merah sebagai komoditas unggulan Kabupaten Lampung Tengah. ”Saat ini kebutuhan benih bawang merah di Lampung Tengah sudah mencapai 50 ton. Tentunya kebutuhan ini tidak mungkin kami penuhi sendiri yang hanya punya lahan 10 Ha,”katanya.

Dalam rangka mendukung pengembangan klaster bawang merah yang dibina oleh BI, untuk kawasan Kota Gajah saja  Zainuri telah mengajukan 8 kelompok tani. Masing-masing kelompok terdiri dari 20 orang, sehingga  total anggota kelompok yang akan mengikuti pengembangan tanaman bawang merah tahun 2017 ini mencapai 160 orang.

Sedang lanjutnya, untuk luas lahan yang akan dikembangkan tanaman bawang merah tergantung kemampuan petani. Mereka sebagai petani pemula bawang merah tentunya belum berani mengambil resiko, mereka akan membatasi diri untuk luasan garapan. Selain itu  benih bawang merah cukup mahal mencapai Rp45 ribu per Kg. ”Biaya produksi menjadi pertimbangan petani, kebutuhan benih bawang merah per Ha mencampai 800 Kg. Mereka juga melihat iklim pada musim tanam, kalau curah hujan masih tinggi petani tak berani spekulasi tanam bawang merah seperti sekarang ini. Kalau saya, musim  hujan atau kemarau tetap punya tanaman bawang merah walaupun tidak banyak,”kata Zainuri.

Zainuri meyakinkan,  mengambangkan budidaya bawang merah tidak akan merugikan petani, seperti tanaman padi, asalkan petani  menguasi teknologinya, menerapkan pola tanam yang tepat, baik benih berkualitas maupun iklim  yang mendukung. Karena harga bawang merah akan tetap diatas Rp20 ribu dengan catatan tidak ada bawang merah impor. (Ti/pri)

Share Button

Related For Bawang Merah Prospek Unggulan Komoditas Pertanian Lampung Tengah