http://terbagus.info/wp-content/uploads/2016/01/banner728.jpg
http://niadesain.biz/banner/User.gif

Dua Srikandi Pelopor Ekonomi Kerakyatan Lampung Tengah

Selasa, Mei 10th 2016. | Inspiratif
Ketua KWT Bougenville, Siti Muntamah

Ketua KWT Bougenville, Siti Muntamah

LAMPUNG TENGAH,terbagus.info– Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah patut bangga memiliki dua Srikandi yang aktif menggerakan ibu-ibu petani di daerahnya, semata-mata untuk meningkatkan tarap hidup mereka lebih baik. Kepeloporan keduanya diharapkan akan lahir srikandi-srikandi lain dalam memajukan Lampung Tengah.

Kedua wanita pelopor itu adalah Siti Muntamah, Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Bougenville, Kampung Mojopahit, Kecamatan Punggur,  dan Suparti Ketua KWT Sekar Kantil Kampung Astomulyo, Kecamatan Punggur. Dari tangan dingin Siti Muntamah dan Suparti bersama anggota kelompoknya,  berhasil membangun usaha berbasis rumah tangga dengan memfaatkan hasil pertanian menjadi beragam produk olahan makanan ringan yang menjadi oleh-oleh khas Lampung Tengah.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lampung Tengah, A.Nasir AT, mengaku, sangat mengapresiasi terhadap kepeloporan Siti Muntamah dan Suparti dalam menggerakan kelompok wanita tani kepada kegiatan produktif.  Kedua tokoh wanita ini, merupakan asset  yang dapat mendorong pertumbuhan  ekonomi keluarga petani sekaligus ekonomi Lampung Tengah.

Menurutnya, keberhasilan kelompok wanita tani dalam mengembangkan usaha ekonomi berbasis rumah tangga, merupakan sebuah kekuatan dan modal dalam pembangunan Lampung Tengah. Keragaman potensi yang ada di sektor pertanian di daerah ini dapat berkembang, jika ada tenaga terampil dan kriatif, sehingga potensi yang ada mampu menjadi produk yang bernilai ekonomis. ”Kedepan kita harapkan akan muncul wanita-wanita kreatif inovatif dalam mengembangkan industri rumah tangga dengan mengoptimalkan pemanfaatan potensi lokal, makin banyak unit-unit usaha yang dikembangkan akan mendorong peningkatan pendapatan petani, ”katanya.

Yang tak kalah penting kata Nasir, adanya dukungan SKPD pemangku kepentingan dalam meningkatkan kemapuan sumber daya manusia dalam meningkatkan kualitas produk, melalui bimbingan teknis,  workshop, sehingga KWT-KWT selain semakin produktif dan inovatif juga mampu mengakses pasar yang lebih luas.”KWT-KWT ini masih harus dilakukan pendampingan dari para pemangku kepentingan, sehingga mereka mampu melahirkan produk unggulan yang siap bersaing. Tidak cukup hanya pendampingan tetapi ada dukungan yang berkesinambungan,”katanya.

Diantara arah kebijakan ekonomi daerah, kata Nasir, Pemkab Lampung Tengah akan melakukan  upaya penguatan ekonomi masyarakat berbasis agribisnis yang didukung oleh industri yang berwawasan lingkungan, untuk mendorong kedaulatan pangan. Upaya yang dilakukan diantaranya meliputi pengembangan sistim pertanian, pengembangan pengelolaan hasil pertanian, kewirausahaan agribisnis, pengembangan kewirausahaan dan keunggulan konpetitif usaha kecil menengah, dan pengembangan sistim pendukung usaha UMKM. ”Kita harus melakukan pembinaan yang berkesinambungan sehingga keberhasilan KWT benar-benar menjadi kekuatan ekonomi daerah,”katanya.

KWT Berprestasi

Seperti diketahui, KWT Bougenville yang resmi berdiri tahun 2007 ini terus tumbuh dan berkembang, saat ini mempunyai anggota binaan 32 orang kelompok usaha bersama (KUB). Beragam produk minuman instan yang dikembangkan KWT Bougenvillle berupa minuman jahe, temu lawak, kencur, kunyit  dan temu putih yang dikemas dalam saset. Meskipun hanya menggunakan peralatan sederhana sebagai industri rumahan, ternyata minuman herbal yang diproduksi KWT Bougenville terus berkembang dan diterima pasar.

”KWT Bougenville kosentrasi pada kegiatan home industri mengolah hasil tanaman yang dikembangkan oleh anggota dengan memanfaatkan pekarangan rumah, diantaranya minuman herbal,”kata Siti Muntamah.

Berhasiln mengembangkan minuman herbal, KWT Bougenville melakukan diversifikasi produk usaha dengan membuat produk makanan olahan berbasis hasil pertanian yang tersedia di Kampung Mojopahit. Ada 19 produk olahan yang dikembangkan KWT Bougenville, antara lain dodol beraroma nanas dan beramoma jahe, pisang, dan dodol madu mongso berbahan baku tapai ketan hitam. ”Kampung Mojopahit  merupakan sentra nanas, bahan baku nanas cukup melimpah kami coba buat penganan olahan. Kami juga membuat keripik pisang dan keripik tempe, ting-ting dari kacang tanah dan keripik pisang wijen. Alhamdulillah semua produk penganan cukup diminati konsumen,”katanya.

Siti Muntamah tidak pernah bermimpi jika perjuangan dan pengabdiannya menggerakaan KWT dalam membangun ekonomi berbasis rumah tangga membawanya ke Istana untuk menerima Upakarti tahun 2014 dari Presiden Republik Indonesia. Penghargaan tertinggi dari pemerintah itu diberikan atas jasa pengabdian Siti Muntamah yang  telah melakukan kegiatan pengembangan industri kecil melalui industri rumah tangga.

KWT Bougenville, kata Muntamah, terus berusaha meningkatkan produksi dengan membangun unit-unit produksi baru melalui KWT-KWT di beberapa  tempat, diantaranya  KUB berbasis kelompok wanita tani  yakni KWT Taman Anggrek dan KWT Kenanga di Kampung Mojopahit, KWT Cempaka Putih di Kelurahan Bandarjaya Barat, Kecamatan Terbanggibesar, KWT Telawungsari di Kecamatan Gunungsugih, dan kelompok pengolahan dan pemasaran (Poklahsar) Mina Bougenville Kampung Mojopahit.

”Masing-masing kelompok beranggotakan 20 orang, mereka aktif produksi dalam mendukung produk yang dikembangkan KWT Bougenville sebagai mitra utamanya,”katanya.

Keberhasilan Siti Muntamah, ternyata menginspirasi Suparti dalam memajukan kelompok wanita tani (KWT) di Kampungnya.  Berawal dari harapannya, agar ibu-ibu petani kedepan bisa merubah pola fikir dan maju bersama kaum pria, pertengahan Nopember tepatnya 17 Nopember 2011, Suparti membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT) yang diberi nama “ SEKAR KANTIL”.

Ketua KWT Sekara Kantil Suparti, sesaat menerima penghargaan di Jakarta

Ketua KWT Sekara Kantil Suparti, sesaat menerima penghargaan di Jakarta

Pada awal berdirinya, KWT Sekar Kantil hanya beranggotakan 35 orang saja, saat ini sudah menjadi 42 orang. Berawal dari kegiatan simpan pinjam, arisan dan pemanfaatan lahan pekarangan dengan menanam berbagai sayuran dan tanaman obat, seiring berjalannya waktu, kegiatan KWT Sekar Kantil  merambah pada pengembangan dan penggemukan sapi. Saat ini, selain kegiatan utama berupa peternakan  KWT Sekar Kantil tetap mengembangkan kegiatan simpan pinjam khusus bukan hanya untuk anggota KWT Sekar Kantil, juga kepada kelompok ternak, kelompok kawasan rumah tangga lestari.

Suparti terus memacu kelompoknya untuk ikut membangun ekonomi keluarga tanpa harus meninggalkan tugas dan tanggungjawab wanita sebagai ibu rumah tangga. Upaya pembinaan dan pelatihan kepada kelompoknya terus dilakukan secara mandiri, sehingga mereka benar-benar mampu memajukan organisasi dan usaha-usaha ekonomis yang mereka kembangkan. ”Kami sering melakukan pelatihan secara mandiri dengan mendatangkan petugas dari dinas instansi terkait, terutama dalam tata kelola organisasi dan usaha produktif,” katanya.

Untuk meningkatkan pengetahuan mereka dalam pembuatan pakan ternak dan pupuk organik yang memanfaatkan kotoran ternak, kata Suparti, kelompoknya belajar ke Boyolali Jawa Tengah. Kini, beragam kegiatan ekonomi telah dikembangkan KWT Sekar kantil, diantaranya pupuk organik, permentasi pakan ternak, penangkaran bibit sayuran, membuat beragam makanan ringan berbahan baku lokal, serta membuat minuman sehat berbahan baku kunyit, kencur, dan jahe. ”Pembuatan pupuk organik masih terbatas untuk kalangan sendiri. Sedang beragam makan ringan olahan berbahan baku lokal dan minuman sehat sudah banyak peminatnya, termasuk kami juga mebuka usaha catering,”katanya.

Kepiawaian Suparti dalam memimpin KWT Sekar Kantil, membuat KWT ini banyak memperoleh prestasi baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Bukan hanya Sekar Kantil yang menjadi perhatian Suparti, tapi sedikitnya saat ini ada 42 KWT dan Gapoktan  di Lampung Tengah menjadi binaannya. Prestasi dalam memajukan kelompok-kelompok KWT dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan inilah yang mengantarkan Suparti mendapatkan penghargaan tertinggi dari Presiden RI Joko Widodo berupa penghargaan atas Kelembagaan Ekonomi Petani Berprestasi Tingkat Nasional 2015. (Ti/pri)

 

 

Share Button

Related For Dua Srikandi Pelopor Ekonomi Kerakyatan Lampung Tengah